Banda Aceh — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh sukses menggelar kegiatan Ngaji Pergerakan yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk para korban bencana banjir di Aceh, pada Jum’at, 2 Januari 2026.
Kegiatan pengajian ini dilaksanakan di Sekretariat PWNU Aceh dan diikuti oleh pengurus PC PMII Kota Banda Aceh serta pengurus komisariat PMII se-Kota Banda Aceh. Dalam pengajian tersebut, dibahas berbagai materi keislaman yang meliputi kemuliaan bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan, serta amaliah-amaliah yang dianjurkan untuk diamalkan pada bulan-bulan mulia tersebut.
Pengajian ini diisi langsung oleh Ketua PC PMII Kota Banda Aceh, Muhammad Idris, yang juga sebagai guru Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah yang dipimpin oleh Abu. H. Faisal Ali (Ketua MPU Aceh dan juga ketua PWNU Aceh) dengan mengkaji kitab Tanqīḥul Qaul karya Syekh Muhammad bin Umar An-Nawawi Al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara. Kajian kitab tersebut menekankan pentingnya memperkuat pemahaman keislaman yang berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaiannya, Muhammad Idris menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata identitas kader PMII sebagai mahasiswa sekaligus santri Nahdlatul Ulama.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kader PMII bukan hanya sekadar mahasiswa, tetapi juga santri Nahdlatul Ulama. Melalui ngaji pergerakan ini, kami berupaya untuk terus menjaga dan mempertahankan nilai-nilai keislaman dalam organisasi PMII,” ujar Muhammad Idris.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmennya bahwa program Ngaji Pergerakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan diisi oleh para tokoh agama dari kalangan PMII maupun Nahdlatul Ulama. Ia juga berharap program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari para senior, tokoh, serta seluruh elemen kepergerakan.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para pengurus dan kader PMII yang hadir. Mereka menilai Ngaji Pergerakan sebagai ruang yang sangat penting untuk memperkuat spiritualitas, memperdalam keilmuan keislaman, serta menjaga tradisi intelektual-keagamaan di lingkungan PMII.
Salah satu kader PMII menyampaikan bahwa kegiatan ini mampu memberikan ketenangan batin sekaligus menumbuhkan kembali semangat berkhidmat dalam organisasi. Para peserta berharap agar Ngaji Pergerakan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi agenda tetap PC PMII Kota Banda Aceh sebagai sarana pembinaan kader yang berimbang antara intelektual, spiritual, dan kepekaan sosial.
Melalui kegiatan ini, PC PMII Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian terhadap sesama. (*)





































