Perkuat Pengendalian Banjir dan Irigasi, Aceh Besar Dorong Sinergi dengan BWS Sumatera I

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:14 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dalam rangka penanganan pengendalian banjir dan perbaikan jaringan irigasi. Hal ini diwujudkan melalui pertemuan antara Bupati Aceh Besar dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Besar dengan jajaran BWS Sumatera I di Banda Aceh. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan membahas berbagai langkah strategis sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Koordinasi ini menjadi respon atas kondisi darurat yang dialami sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Aceh Besar, pascabanjir yang terjadi pada akhir tahun lalu. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa titik penting, terutama pada tanggul dan saluran sungai, yang memperbesar risiko bencana serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah mengusulkan agar dilakukan normalisasi sungai, penataan ulang sempadan, serta perbaikan struktur tanggul dan saluran untuk meningkatkan daya tahan infrastruktur terhadap tekanan air saat debit tinggi.

Aceh Besar merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian di Aceh, dengan dukungan dua daerah irigasi besar, yaitu D.I. Krueng Aceh/Leubok yang melayani sekitar 7.884 hektare lahan dan D.I. Krueng Jreu/Keuliling dengan cakupan kurang lebih 4.156 hektare. Keberlangsungan produksi pertanian di wilayah ini sangat bergantung pada ketersediaan dan kelancaran pasokan air irigasi. Namun, sebagian saluran irigasi mengalami kerusakan akibat faktor usia bangunan dan dampak banjir yang mengganggu distribusi air ke lahan-lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan pentingnya penyusunan rencana teknis yang terintegrasi antara pemerintah daerah dan BWS Sumatera I, terutama untuk proyek-proyek strategis seperti rehabilitasi jaringan irigasi, penguatan tanggul, dan normalisasi alur sungai. Sinkronisasi antara program pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan penanganan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, terutama di kawasan yang masuk kategori rawan banjir dan kekeringan.

Pemerintah daerah menekankan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur sumber daya air bukan hanya berkaitan dengan proteksi terhadap bencana, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan. Aceh Besar sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Aceh membutuhkan sistem irigasi yang baik agar proses tanam, panen, dan distribusi hasil panen dapat berlangsung secara optimal tanpa terganggu oleh cuaca ekstrem maupun kerusakan teknis.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan instansi teknis seperti BWS Sumatera I dinilai strategis untuk mewujudkan program pembangunan berkelanjutan, terutama di sektor pertanian dan pengelolaan air. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap adanya percepatan dalam pelaksanaan program prioritas, khususnya pada titik-titik yang telah teridentifikasi sebagai wilayah krusial. Komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan air dan stabilitas lingkungan.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan terus berlanjut dalam bentuk implementasi program secara bertahap dan terukur. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BWS, serta peran aktif pemerintah daerah, perbaikan infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir di Aceh Besar dapat menjadi contoh langkah kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan lingkungan dan ketahanan pangan secara berkesinambungan. (*)

Berita Terkait

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Catatkan Kinerja Positif Tahun 2025
Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor
Prodi Akuntansi FE USM Gelar PKM Pendampingan Penyusunan Laporan BUMG Gampong Lampaseh Kota
Ketua SAPA: Banjir dan Longsor Aceh Harus Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola Lingkungan, DPRA Didesak Bentuk Pansus Lingkungan
Menkeu RI Kunjungi Kanwil DJBC Aceh
Perpecahan Guncang IMAPPESBAR: Faji Amin Dinilai Tidak Kompeten, Muncul Gerakan Mosi Tidak Percaya terhadap PLT Agim Jipima
Pemprov Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor untuk Ketiga Kalinya
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB