Pemulihan Jalan Nasional di Aceh Capai Target, Pemerintah Dorong Percepatan Sektor Energi dan Komunikasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 01:15 WIB

50189 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh dengan fokus pada perbaikan jalan dan jembatan. Hingga Kamis (1/1), perbaikan jalan nasional telah mencapai target penyelesaian yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dukungan koordinasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator Pos Pendamping Nasional.

Menurut laporan terbaru, sebanyak 13 titik ruas jalan nasional telah dinyatakan fungsional. Beberapa ruas yang sebelumnya terputus kini telah dapat diakses kembali, baik melalui jalur utama maupun alternatif. Di antaranya adalah akses jalan nasional yang menghubungkan Bireuen–Bener Meriah dan Bener Meriah–Aceh Tengah. Meski masih dalam tahap pemulihan menyeluruh, konektivitas di kawasan tersebut dapat dilalui melalui jembatan alternatif Weihni Enang-Enang dan Jamu Ujung.

Ruas jalan Genting Gerbang–Simpang Uning masih menghadapi hambatan di beberapa titik, namun warga dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Titi Merah. Sementara itu, jalur Takengon–Blangkejeren masih dalam proses perbaikan, tetapi konektivitas antarwilayah terus menunjukkan progres positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah jalur utama lainnya turut dilaporkan kembali berfungsi. Rute Banda Aceh ke Medan melalui jalur timur dan jalur barat, serta Nagan Raya ke Takengon, kini sudah terhubung kembali. Jalur Lhokseumawe–Takengon via KKA juga telah berfungsi penuh. Kendati sejumlah jembatan di jalur Bireuen–Bener Meriah masih dalam perbaikan, jalur alternatif membuat akses antara kedua daerah tersebut tetap fungsional. Demikian pula dengan jalur dari Pidie menuju Takengon yang saat ini telah dapat dilalui.

Pemulihan akses jalan nasional ini dinilai sangat krusial dalam mendorong percepatan pemulihan sektor lainnya, terutama di wilayah-wilayah terdampak paling parah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jalur darat yang telah pulih tidak hanya mempermudah mobilisasi logistik, tetapi juga menjadi faktor penting dalam memulihkan sektor energi, kelistrikan, serta sistem komunikasi yang sebelumnya terputus.

Sementara itu, progres pada perbaikan jembatan juga menunjukkan hasil signifikan. Dari 16 jembatan yang sebelumnya dilaporkan rusak, seluruhnya telah dinyatakan selesai diperbaiki. Dari jumlah tersebut, 12 jembatan diperbaiki di lokasi eksisting dan kini fungsional kembali. Empat lainnya berfungsi melalui jalur alternatif strategis, yakni Jembatan Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.

Perbaikan juga dilakukan terhadap titik-titik longsoran yang sempat menutup jalur utama. Dari total 361 titik longsoran yang terdata, hingga hari ini sebanyak 360 titik atau 99,72 persen telah tuntas dikerjakan. Satu titik longsor yang masih dalam pengerjaan berada di sekitar arah Jembatan Weihni Enang-Enang, tetapi jalurnya tetap dapat digunakan melalui akses alternatif.

Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk dari unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, instansi teknis, dan masyarakat lokal. Pemerintah berharap pemulihan sektor energi dan komunikasi dapat tercapai sepenuhnya pada pertengahan Januari, seiring dengan pemulihan akses transportasi darat yang menjadi tulang punggung konektivitas di kawasan terisolasi pascabencana.

Meski demikian, BNPB tetap mewaspadai potensi gangguan terhadap hasil perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan. Salah satu potensi risiko muncul dari kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah daerah hulu sungai saat ini masih belum memiliki daya tampung air yang optimal, seiring belum pulihnya sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir.

Mengantisipasi hal ini, BNPB terus menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung percepatan normalisasi sungai di beberapa titik yang masih berisiko. Langkah tersebut dilakukan agar curah hujan dalam beberapa hari ke depan tidak memicu banjir baru atau kerusakan lanjutan pada infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah diperbaiki.

BNPB menekankan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu di tiga kabupaten terdampak, masih dapat berdampak serius jika sistem drainase belum pulih sepenuhnya. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung upaya perlindungan infrastruktur yang sudah diperbaiki, demi memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi warga di seluruh wilayah terdampak. (*)

Berita Terkait

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Catatkan Kinerja Positif Tahun 2025
Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor
Prodi Akuntansi FE USM Gelar PKM Pendampingan Penyusunan Laporan BUMG Gampong Lampaseh Kota
Ketua SAPA: Banjir dan Longsor Aceh Harus Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola Lingkungan, DPRA Didesak Bentuk Pansus Lingkungan
Menkeu RI Kunjungi Kanwil DJBC Aceh
Perpecahan Guncang IMAPPESBAR: Faji Amin Dinilai Tidak Kompeten, Muncul Gerakan Mosi Tidak Percaya terhadap PLT Agim Jipima
Pemprov Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor untuk Ketiga Kalinya
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB