Gayo Lues — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengunjungi Kampung Tetingi dan Remukut di Kecamatan Pantan Cuaca pada Senin (5/1/2026) untuk memastikan kondisi warga terdampak bencana serta kesiapan Posko BUMN Peduli yang telah beroperasi di kawasan tersebut. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap dampak bencana banjir dan longsor yang masih menyisakan kerusakan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam tinjauannya, Bupati meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak, termasuk infrastruktur desa yang mengalami kerusakan akibat terjangan arus sungai yang meluap. Beberapa jalan lingkungan dan jembatan kecil dilaporkan rusak, menghambat akses transportasi antar kampung. Arus sungai yang tetap deras hingga awal Januari menjadi perhatian utama, mengingat kondisi cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Bupati Suhaidi juga menyempatkan diri berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat guna merumuskan langkah-langkah darurat yang perlu segera diambil. Pemerintah daerah berharap mobilitas dan aktivitas harian warga bisa segera pulih, meskipun dalam kondisi darurat. Upaya penanganan cepat dianggap penting untuk mencegah dampak lanjutan, terlebih bagi warga yang masih mengandalkan pos penampungan dan posko bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa seluruh warga dalam kondisi aman serta kebutuhan logistik, terutama makanan, dapat terpenuhi melalui dapur umum yang telah tersedia,” ujar Suhaidi kepada masyarakat yang ditemuinya di sekitar Posko BUMN Peduli. Ia memastikan bahwa suplai bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya terus diupayakan tersedia secara cukup hingga situasi kembali normal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menginstruksikan kepada jajaran camat dan perangkat desa di seluruh wilayah Kecamatan Pantan Cuaca agar terus bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi beberapa waktu ke depan. Instruksi tersebut ditujukan agar laporan kondisi di lapangan bisa segera diteruskan ke pemerintah kabupaten untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi geografis Gayo Lues yang berada di dataran tinggi Aceh menjadikan beberapa wilayah rentan terhadap banjir bandang jika curah hujan tinggi dalam waktu yang singkat. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan memintakan warga untuk tetap menjaga kewaspadaan. Masyarakat didorong agar segera mengungsi ke lokasi aman jika terjadi hujan deras berkepanjangan atau kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba.
Hingga saat ini, aktivitas posko darurat masih berjalan di sejumlah titik terdampak di Gayo Lues. Kolaborasi lintas instansi, termasuk dengan pihak BUMN dan relawan kemanusiaan, terus dilakukan untuk memastikan bahwa pemulihan pascabencana berlangsung secara terkoordinasi. Pemerintah daerah menegaskan bahwa prioritas dalam masa tanggap darurat adalah keselamatan warga dan ketersediaan kebutuhan dasar, sembari menyiapkan rencana jangka menengah untuk rehabilitasi infrastruktur desa yang rusak. (*)







































