Gayo Lues — Di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di Kabupaten Gayo Lues, organisasi perempuan menunjukkan kiprahnya dengan turut hadir langsung di desa-desa terdampak. Pada Selasa (6/1/2026), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gayo Lues bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik bencana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang masih berjuang bangkit dari keterpurukan.
Dipimpin Ketua TP PKK Rita Elviani Suhaidi dan didampingi Hj. Elis Dewi Irmawan, rombongan perempuan ini menyambangi sejumlah wilayah, antara lain Dusun Durin Siku, Desa Leme, Desa Telpi, dan Desa Sepang. Di lokasi-lokasi tersebut, mereka menyerahkan langsung bantuan kebutuhan pokok serta memberikan dukungan moril kepada para warga, utamanya kaum ibu, yang saat ini menjadi penyangga keluarga di tengah masa sulit.
“Kami datang bukan hanya untuk mengantar bantuan, tapi juga membawa semangat dan harapan. Sebagai sesama perempuan, kami tahu bahwa peran ibu sangat penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Untuk itu, kami hadir memberi dukungan secara lahir dan batin,” ujar Ketua TP PKK, Rita Elviani Suhaidi, saat menyapa para warga di Desa Telpi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rita yang juga merupakan istri Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang melanda sejumlah desa. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya hadir di tengah masyarakat, baik secara struktural melalui koordinasi lintas sektor, maupun lewat pendekatan sosial seperti yang dilakukan organisasi perempuan hari ini.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari, seperti bahan makanan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan sanitasi keluarga. Sebagian bantuan tersebut juga didistribusikan secara menyebar melalui jejaring relawan perempuan yang telah aktif di tingkat gampong.
Ketua BKMT Gayo Lues, Hj. Asiah Maliki, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya memperkuat solidaritas antarkelompok masyarakat di tengah krisis. Ia menilai, perempuan memiliki kemampuan khusus dalam membangun empati dan mempertegas kehadiran negara dalam lingkup rumah tangga.
“Kami percaya, sesama perempuan lebih memahami kebutuhan keluarga dalam masa-masa sulit. Melalui kegiatan ini, kami ingin merawat semangat kebersamaan itu, agar para ibu tetap kuat menjalankan perannya,” ujar Hj. Asiah.
Kehadiran kelompok perempuan dalam gerakan pemulihan pascabencana di Gayo Lues mencerminkan kepekaan sosial yang mendalam. Mereka tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga membaca dengan jeli kondisi emosional dan psikologis keluarga terdampak. Dalam pendekatan ini, peran perempuan menjadi garda depan yang mampu menjembatani penyintas dengan dukungan yang lebih menyeluruh.
Kegiatan TP PKK dan BKMT ini diterima hangat oleh warga. Sejumlah ibu rumah tangga menyatakan bahwa dukungan moril yang datang lewat tatapan, pelukan hangat, serta obrolan ringan dari sesama perempuan, jauh lebih menenangkan dibanding sekadar bantuan logistik. “Kami merasa benar-benar diperhatikan, bukan hanya dibantu,” kata salah satu warga Desa Sepang.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyambut baik inisiatif ini dan berharap sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan relawan terus ditingkatkan. Khususnya dalam hal distribusi bantuan yang tepat sasaran, penerapan trauma healing, serta pembangunan kembali infrastruktur berbasis kebutuhan keluarga.
Melalui tangan-tangan perempuan yang tangguh dan penuh empati, pemulihan pascabencana di Gayo Lues mendapatkan energi baru. Dari tenda pengungsian hingga pelataran rumah yang tersisa, harapan perlahan disulam kembali—disertai kepedulian yang nyata dan menyentuh dari mereka yang memahami bahwa kekuatan perempuan adalah fondasi utama bagi ketahanan komunitas. (Abdiansyah)








































