PMI Berangkatkan 72 Relawan dan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh lewat Kapal Kemanusiaan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 00:53 WIB

50186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla secara resmi melepas keberangkatan 72 relawan kemanusiaan yang akan bertugas membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Pelepasan relawan dilakukan di Dermaga Domestik Terminal Khusus Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/1/2026). Keberangkatan ini menjadi simbol komitmen gerakan kemanusiaan nasional dalam merespons bencana dengan cepat dan terorganisasi melalui kolaborasi lintas unsur masyarakat.

Para relawan diberangkatkan menggunakan Kapal Kemanusiaan PMI yang berlayar menuju dua pelabuhan utama di wilayah terdampak, yakni Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara dan Pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe, Aceh. Rute pelayaran ini dijadwalkan berlangsung tiga hari sebelum para relawan mulai melakukan tugas-tugas kemanusiaan di daerah tujuan. Kapal tersebut tidak hanya mengangkut personel, tetapi sekaligus membawa bantuan logistik PMI dengan total berat mencapai 2.500 ton yang terdiri atas berbagai kebutuhan darurat dan peralatan penunjang untuk masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Relawan yang diberangkatkan berasal dari berbagai latar belakang dan organisasi kemanusiaan, termasuk unsur dari Kementerian Kesehatan, PMI DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, PMI Kabupaten Kebumen, serta sejumlah organisasi sosial dan komunitas relawan antara lain Dewan Masjid Indonesia (DMI), DKM Masjid Istiqlal, Lazisnu, Laz Istiqamah, MBA, Cakra Responsif, ERU Land Rover, Kamil Logistik, Bagana GR, Jundullah Anas, YPI Swasembasa, YPPI, Himpala Itenas, Ukhuwah Al Fattah Rescue, FKBPA, dan Al Ummahat. Keikutsertaan berbagai elemen ini merupakan bentuk konkret dari semangat kebersamaan dalam membantu sesama manusia di tengah krisis kemanusiaan akibat bencana alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jusuf Kalla menyampaikan harapannya agar seluruh relawan membawa semangat solidaritas dan dapat menjalankan tugas secara optimal di lokasi terdampak. Menurutnya, hal terpenting dari setiap misi kemanusiaan adalah keikhlasan dan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat di saat darurat. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara PMI dan instansi lain, termasuk swasta, menjadi kekuatan utama dalam pengiriman bantuan logistik dan personel ke daerah yang sulit dijangkau dalam situasi pascabencana.

Bantuan yang dimuat dalam keberangkatan kali ini meliputi peralatan kebersihan, pakaian layak pakai, obat-obatan, bahan makanan pokok, serta alat berat seperti eskavator untuk mendukung proses normalisasi akses jalan dan wilayah terdampak. Selain itu, bantuan juga mencakup mobil fasilitas pengolahan air bersih yang disiapkan guna mendukung kebutuhan air minum warga yang terdampak, terutama di lokasi pengungsian yang masih kesulitan mendapatkan infrastruktur dasar.

Para relawan dijadwalkan bertugas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan lapangan di lokasi-lokasi pengungsian dan permukiman yang masih dilanda dampak banjir dan longsor. Tugas utama mereka mencakup pembersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan, distribusi bantuan, serta pemulihan awal layanan sosial dasar masyarakat. PMI menegaskan bahwa proses distribusi dan penanganan akan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat setempat sekaligus mendorong ketahanan komunitas.

Kehadiran Kapal Kemanusiaan PMI didukung armada logistik dari Kalla Lines yang sebelumnya juga telah digunakan dalam penyaluran bantuan bencana di beberapa wilayah Indonesia lainnya. Kolaborasi tersebut memungkinkan pengiriman logistik skala besar sekaligus menjamin mobilisasi tenaga relawan secara efisien ke lokasi terdampak.

PMI berharap keberangkatan relawan dan pengiriman bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak, baik di sektor ekonomi, kesehatan, maupun infrastruktur dasar melalui dukungan langsung di lapangan. Jusuf Kalla menegaskan bahwa semangat solidaritas bangsa adalah modal utama dalam merespons setiap bencana secara terpadu dan tangguh. Ia mengajak masyarakat luas untuk terus mendukung misi kemanusiaan ini agar dampak krisis bisa ditangani secara kolektif dan masyarakat yang terdampak segera bisa bangkit kembali. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:50 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:10 WIB

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:05 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional

Senin, 15 Desember 2025 - 23:34 WIB

Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa

Rabu, 12 November 2025 - 23:17 WIB

Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:51 WIB

DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 04:56 WIB

WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor

Berita Terbaru