Warga Gayo Lues Kesulitan Akses Komunikasi, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:29 WIB

50324 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Harapan warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk kembali beraktivitas normal pascabencana alam tampaknya masih menghadapi tantangan besar. Hingga Senin (5/1), layanan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut dilaporkan belum pulih sepenuhnya. Gangguan serius pada jaringan Telkomsel yang menjadi penyedia utama layanan seluler di wilayah itu menyebabkan akses telepon dan internet masih sangat terbatas.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi sinyal yang tidak stabil. Layanan komunikasi tidak hanya lemah, tetapi kerap menghilang total (blank spot), bahkan di pusat kecamatan yang biasanya menjadi titik prioritas jaringan. Situasi ini memicu kesulitan komunikasi secara luas di tengah masa pemulihan dari banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan pegunungan Aceh sejak akhir November 2025.

Ketergantungan masyarakat terhadap jaringan digital saat ini membuat gangguan tersebut berdampak luas. Di beberapa desa, warga terpaksa berjalan kaki atau menempuh jarak jauh dengan kendaraan ke kawasan dataran tinggi hanya untuk sekadar mengirim pesan atau menelpon keluarga. Pencarian sinyal menjadi aktivitas harian yang melelahkan, terutama bagi mereka yang masih berada di lokasi terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lebih dari sebulan, tapi internet dan telepon masih mati-hidup. Padahal komunikasi itu vital, apalagi kalau ada kondisi darurat pasca bencana,” ujar seorang warga Kecamatan Teripe Jaya yang ditemui di perbukitan saat mencari sinyal. Ia bersama beberapa warga lain mendirikan tenda kecil di lereng bukit demi bisa mengakses jaringan meski sekilas.

Masalah ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi turut memengaruhi sektor-sektor penting lainnya. Koordinasi logistik bantuan kemanusiaan menjadi tidak lancar akibat sulitnya menjangkau pos-pos relawan dan perangkat desa. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk proses jual beli dan distribusi hasil pertanian, juga terganggu karena tidak tersedianya akses komunikasi elektronik.

Sektor pendidikan pun terdampak. Banyak sekolah dan madrasah yang tidak bisa menjalankan kegiatan administrasi berbasis daring karena terputusnya koneksi. Beberapa guru dilaporkan kesulitan melakukan pelaporan ke dinas karena sistem berbasis aplikasi tidak bisa diakses. Hal ini memperparah kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat diliburkan akibat bencana.

Masyarakat berharap pemulihan jaringan dapat segera dilakukan menyeluruh, tidak bersifat sementara atau bergantung cuaca. Sejumlah warga meminta agar penyedia layanan memberikan perhatian serius terhadap wilayah-wilayah seperti Gayo Lues yang memiliki tantangan geografis tinggi, tetapi tak bisa diabaikan dari pembangunan infrastruktur dasar, terutama di sektor komunikasi.

Sebagai wilayah yang secara historis rawan bencana, keberadaan jaringan komunikasi menjadi sangat krusial. Tidak hanya untuk mobilitas informasi, tetapi juga sebagai jalur penyelamatan dan peringatan dini bila terjadi kejadian susulan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari penyedia layanan terkait kendala teknis maupun target waktu pemulihan penuh jaringan di wilayah tersebut. Beberapa upaya perbaikan dilaporkan telah dilakukan secara bertahap, namun belum menunjukkan dampak signifikan terhadap kualitas layanan di lapangan.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah diharapkan dapat turut aktif mendorong pemulihan layanan telekomunikasi dengan melibatkan operator dan pemangku kebijakan pusat. Keberfungsian layanan komunikasi menjadi syarat dasar bagi percepatan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Gayo Lues yang krisisnya belum sepenuhnya berakhir. (*)

Berita Terkait

Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:34 WIB

Gotong Royong Satgas TMMD, Rumah Tidak Layak Huni Disulap Jadi Nyaman

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru