Delapan Desa di Gayo Lues Hilang Pascabanjir Bandang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:06 WIB

50352 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada 26 November 2025 membawa dampak kerusakan yang sangat besar. Delapan desa yang tersebar di delapan kecamatan dinyatakan hilang setelah kawasan tersebut tersapu arus deras dan tertimbun material longsoran.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Gayo Lues, desa-desa yang terdampak ini kini tidak memiliki lagi bentuk fisik sebagai permukiman layak huni. Rumah-rumah warga, fasilitas umum, bangunan sekolah, dan kantor pemerintahan desa semuanya rusak berat atau hilang sama sekali.

Delapan desa tersebut adalah Kuning Kurnia, Tetingi, Seneren, Remukut, Agusen, Pasir, Uyem Beriring, dan Pungke. Penyebab hilangnya desa-desa ini didominasi oleh terjangan arus sungai yang meluap diikuti longsor yang menimbun sejumlah kawasan permukiman secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hilangnya desa tidak hanya menyisakan puing dan lumpur, tetapi juga memaksa seluruh warganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ribuan warga saat ini tinggal di lokasi pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Sebagian besar infrastruktur penghubung seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan parah, memperlambat upaya bantuan dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Hilangnya permukiman turut berimbas pada lumpuhnya aktivitas pemerintahan di tingkat desa. Seluruh perangkat desa ikut terdampak dan tidak dapat melaksanakan tugas-tugas administratif serta pelayanan publik kepada warga. Dengan kondisi fisik desa yang kini sudah tidak ada, upaya pemulihan harus mencakup rencana relokasi dan pembangunan kembali dari awal.

Fenomena serupa juga tercatat terjadi di sejumlah kabupaten lain di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya. Di berbagai titik, dusun hingga desa dinyatakan tidak lagi layak huni setelah banjir dan longsor menghancurkan kawasan permukiman.

Pemerintah bersama lembaga kemanusiaan kini berfokus pada upaya tanggap darurat untuk memastikan kecukupan logistik, kesehatan, dan keamanan pengungsi, sambil memetakan langkah jangka menengah dan panjang untuk relokasi permukiman. Sementara itu, sejumlah warga berharap adanya kepastian terkait lokasi baru tinggal, bantuan pembangunan rumah, serta kembalinya layanan pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka.

Bencana yang merenggut eksistensi desa ini menjadi peringatan akan pentingnya investasi pada sistem mitigasi risiko bencana di daerah-daerah rawan. Pemantauan cuaca, tata ruang berbasis kerentanan wilayah, hingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting yang harus diperkuat untuk mencegah dampak serupa terjadi pada masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru