Kementerian PU Usulkan Pembangunan SPAM Baru di Aceh Utara untuk Perkuat Layanan Air Minum di Wilayah Rawan Bencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:21 WIB

50330 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) skala Ibu Kota Kecamatan (IKK) Langkahan baru di Kabupaten Aceh Utara sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan infrastruktur dasar dan meningkatkan keandalan layanan air minum di wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Sistem baru ini dirancang dengan kapasitas 50 liter per detik dan diharapkan menjadi tulang punggung sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

Usulan ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan pelayanan SPAM Langkahan eksisting yang saat ini telah melampaui kapasitas optimal. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar dalam situasi pascabencana.

“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung upaya pemulihan kesehatan dan lingkungan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis Kementerian PU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, SPAM Langkahan eksisting yang berkapasitas 20 liter per detik telah beroperasi sejak 2014 dan berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan. Dengan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye, sistem ini melayani wilayah Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye dengan jumlah pelanggan aktif sekitar 3.600 sambungan rumah (SR). Namun, kapasitas layanan yang tersedia telah melampaui ambang optimal, sehingga infrastruktur yang ada kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, terlebih saat terjadi gangguan bencana.

Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Langkahan mengalami overcapacity, ditambah dengan tantangan teknis akibat perubahan morfologi sungai yang dipicu sedimentasi serta banjir. Gangguan ini berimbas pada pendangkalan pipa sadap dan menurunnya kinerja bangunan intake, sehingga kontinuitas dan kualitas distribusi air bersih terganggu.

Dalam beberapa kejadian banjir yang melanda wilayah Aceh Utara, sektor air minum menjadi salah satu yang paling terdampak, menyebabkan berkurangnya pasokan dan terganggunya akses air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan SPAM baru dinilai sebagai kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga untuk membentuk sistem penyediaan air minum yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana.

Rencana pembangunan SPAM IKK Langkahan baru akan berlokasi di kawasan Bendungan Jambo Aye. Lokasi tersebut dipilih karena memanfaatkan sumber air baku yang lebih stabil dan terlindungi, berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Selain menawarkan keamanan terhadap gangguan sedimentasi ekstrem dan fluktuasi debit air, lokasi yang berjarak sekitar 13,7 kilometer dari IPA eksisting juga memungkinkan integrasi jaringan distribusi regional.

Lingkup pembangunan SPAM mencakup instalasi pengolahan air (IPA) berbahan baja kapasitas 50 liter per detik, bangunan intake air baku, jaringan pipa transmisi dan distribusi, reservoir beton berkapasitas 600 meter kubik, rumah pompa, rumah genset, rumah bahan kimia, bangunan kantor pelayanan, bangunan sistem distribusi booster (SDB), dan perlengkapan pendukung lainnya. Skema distribusi dirancang tidak hanya untuk memperkuat pelayanan di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye tetapi juga untuk memungkinkan ekspansi layanan ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau.

Berdasarkan dokumen perencanaan yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, nilai investasi pembangunan SPAM IKK Langkahan ini mencapai Rp48,17 miliar. Penyusunan perencanaan dialokasikan dalam Tahun Anggaran 2025, sedangkan pelaksanaan konstruksi dijadwalkan dimulai pada awal Tahun Anggaran 2026. Sistem ini nantinya akan dikelola oleh Perumda Tirta Mon Pase, badan usaha milik daerah yang telah tercatat memiliki kinerja sehat dan berpengalaman dalam mengelola layanan air minum di wilayah tersebut.

Pembangunan SPAM baru ini menandai langkah berkelanjutan Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur publik di daerah rawan bencana. Dengan infrastruktur air minum yang lebih tangguh dan berkapasitas tinggi, pemerintah berharap aktivitas warga dapat kembali normal, ketahanan lingkungan meningkat, dan masyarakat lebih siap dalam menghadapi bencana serupa ke depan. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:50 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:10 WIB

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:05 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional

Senin, 15 Desember 2025 - 23:34 WIB

Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa

Rabu, 12 November 2025 - 23:17 WIB

Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:51 WIB

DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 04:56 WIB

WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor

Berita Terbaru