Gayo Lues — TNI Angkatan Laut melalui Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana alam dengan menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (4/1/2026). Misi kemanusiaan ini dilakukan sebagai upaya mendukung proses pemulihan di daerah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejak akhir tahun lalu.
Dinas Penerangan Angkatan Laut menjelaskan bahwa kegiatan bantuan ini dilaksanakan menggunakan Pesawat NC 212-200 Aviocar dengan nomor lambung U-6211. Pesawat tersebut membawa logistik berupa sembako dengan total berat 299 kilogram, yang kemudian didistribusikan melalui Bandara Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues.
Sebelumnya, pesawat dengan jenis yang sama juga sempat menjalankan misi serupa pada Kamis, 1 Januari 2026 dengan tujuan Bandara Rembele, Takengon. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tanggap darurat bencana, yang secara khusus ditujukan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terputus akses daratnya akibat kerusakan infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah cepat ini menjadi bukti kesiapsiagaan unsur udara TNI AL dalam mendukung operasi kemanusiaan, serta menjadi bagian dari pelaksanaan perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Operasi dijalankan dengan prinsip kecepatan dan ketepatan sasaran, agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di tengah keterbatasan akses transportasi.
“Misi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI AL dalam membantu masyarakat korban bencana, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat,” demikian keterangan tertulis dari Dinas Penerangan Angkatan Laut.
Bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar kawasan pegunungan Aceh menyebabkan kerusakan parah pada jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Sejumlah wilayah hingga hari ini masih bertahan dengan dukungan pasokan logistik terbatas. Oleh karena itu, distribusi melalui udara menjadi tumpuan utama dalam penyelamatan dan pemulihan awal.
Dalam misi ke Gayo Lues ini, Bandara Blangkejeren dipilih sebagai titik distribusi karena posisinya yang strategis dan masih dapat dijangkau oleh armada udara. Dari titik ini, bantuan selanjutnya akan disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak lain yang sudah dipetakan oleh pihak berwenang dan relawan kemanusiaan.
Selain berperan dalam menjaga kedaulatan laut nasional, TNI AL menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat sipil melalui operasi kemanusiaan merupakan bagian penting dari tugas institusi pertahanan negara. Operasi berbasis kemanusiaan seperti ini juga memperlihatkan sinergi antara angkatan bersenjata dan kepercayaan publik dalam situasi krisis.
TNI AL menyampaikan bahwa selama masa tanggap darurat, bantuan kemanusiaan akan terus disalurkan secara bertahap dan berkelanjutan, bergantung pada laporan kebutuhan di lapangan dan kesiapan logistik. Saat ini, proses koordinasi dengan instansi sipil, relawan, maupun pemerintah daerah terus diperkuat agar setiap bantuan dapat menjangkau mereka yang paling terdampak.
Lewat kehadiran pesawat NC 212-200 Aviocar dan personel lapangan, TNI AL menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung upaya pemulihan pascabencana di Aceh. Komitmen tersebut mencerminkan semangat untuk terus hadir di tengah rakyat, menjaga semangat solidaritas, dan memperkuat ikatan persatuan dalam menghadapi tantangan bersama. (*)







































