Kementerian PU Fokus Pulihkan Infrastruktur Air dan Tangani Darurat Pascabencana di Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:21 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kementerian Pekerjaan Umum terus mengintensifkan penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh akibat dampak cuaca ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar. Hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak akhir November 2025 menyebabkan banjir, banjir bandang, dan longsor di berbagai kabupaten dan kota, berdampak langsung pada permukiman warga serta infrastruktur sumber daya air.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan mendasar masyarakat terdampak. Dalam pernyataannya, Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen menjaga kelangsungan layanan air bersih yang berperan penting dalam pemulihan aktivitas masyarakat, termasuk aspek kesehatan dan lingkungan pascabencana.

“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung upaya pemulihan kesehatan dan lingkungan,” ujar Dody melalui keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah cepat, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan penanganan darurat yang terfokus pada pembersihan sedimen, normalisasi sungai, dan perbaikan alur air di titik-titik kritis. Langkah ini diambil guna memulihkan fungsi infrastruktur sumber daya air sekaligus menekan risiko terjadinya banjir susulan, mengingat tingginya curah hujan yang masih berlangsung di sebagian wilayah Aceh.

Hingga 2 Januari 2026, Kementerian PU telah mengerahkan sedikitnya 33 unit alat berat yang disebar ke wilayah-wilayah terdampak, mencakup Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Sebanyak 100 buah geobag turut dialokasikan khusus untuk wilayah Pidie sebagai bagian dari upaya penanganan darurat mengendalikan aliran banjir.

Di Kabupaten Pidie, fokus penanganan ditujukan pada Bendung Tiro melalui kegiatan pembersihan sampah dan sedimen sepanjang rencana 1.600 meter. Selain itu, Kementerian PU juga melakukan normalisasi Sungai Krueng Tiro di kawasan Blang Rikul. Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, pengerjaan difokuskan pada pembersihan kayu dan pelebaran alur Sungai Krueng Meureudu. Progres pekerjaan telah mencapai 900 meter dari target penanganan sepanjang 1.500 meter. Upaya normalisasi juga dilakukan di Krueng Jeulanga sejauh 100 meter.

Di Kabupaten Bireuen, penanganan diarahkan pada perbaikan alur Sungai Krueng Peusangan dan pembersihan sarana serta prasarana di kawasan Krueng Samalanga. Adapun di Kabupaten Aceh Utara, pekerjaan difokuskan pada pembersihan sampah dan sedimentasi di Bendung Jambo Aye sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi bendung yang terdampak banjir.

Untuk wilayah Aceh Tenggara, perbaikan alur Sungai Lawe Alas menjadi titik penanganan utama, terutama di sejumlah desa yang terdampak luapan sungai. Kementerian PU mencatat panjang progres penanganan telah mencapai 1.100 meter. Di samping itu, perbaikan juga dilakukan di alur Sungai Lawe Bulan di Desa Simpang IV guna mengantisipasi potensi luapan berulang.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat turut diperkuat dengan pembangunan sumur bor darurat, sebagai sumber air bersih sementara bagi warga terdampak.

Kementerian PU menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, agar seluruh tahapan penanganan darurat dapat berjalan efektif. Selain itu, kementerian juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka menengah dan panjang, termasuk penguatan infrastruktur pengendali banjir, untuk memperkuat ketahanan wilayah Aceh terhadap bencana hidrometeorologi di masa depan. (*)

Berita Terkait

Bupati Pati Sudewo Terjerat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap Proyek Kereta Api
Mendagri Ingatkan Aceh, Sumut, dan Sumbar Bijak Gunakan Dana TKD untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana
MK Putuskan Wartawan Dilindungi Sepenuhnya dalam Menjalankan Profesi, Tak Bisa Langsung Diproses Secara Pidana atau Perdata
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 14–20 Januari 2026
Video Viral Dugaan Pungli di Palembang, Mobil Bantuan Bencana Dihentikan Oknum Diduga Petugas Transportasi
Protes Jemuran Celana Dalam di Kudus, Simbol Kritik Etika dan Tuntutan Pembenahan KONI
Mulak Sitohang Perbaiki Argumentasi Uji UU Pembentukan Aceh dan Sumatra Utara
Empat Pulau Jadi Sorotan, MK Gelar Sidang Perbaikan UU Pembentukan Aceh

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB