Fenomena Langka! Gerhana Matahari Sebagian Hiasi Langit Dunia Hari Ini, Tak Terlihat di Indonesia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 16:42 WIB

50606 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Langit di berbagai belahan dunia bakal dihiasi oleh fenomena alam langka, Gerhana Matahari Sebagian, yang terjadi hari ini, Minggu (21/9/2025). Peristiwa ini terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, namun tidak seluruhnya menutupi permukaan matahari. Alhasil, matahari akan tampak seperti tergigit secara perlahan.

Fenomena ini merupakan bagian dari musim gerhana, yang lazim terjadi setiap sekitar enam bulan sekali. Menurut para astronom, setiap musim gerhana biasanya berlangsung selama 35 hari, dan pada September 2025 ini, dunia disuguhkan dua peristiwa langit: Gerhana Bulan pada 7 September, dan Gerhana Matahari Sebagian hari ini sebagai penutup tahun.

Sayangnya, warga Indonesia tak bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung. Lokasi terdekat untuk mengamati gerhana hanyalah dari wilayah Australia, itupun sebagian besar hanya tampak sangat kecil, bahkan kurang dari 5%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip laman astronomi Space dan Time and Date, sebanyak 16,6 juta orang diperkirakan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian ini secara langsung dari berbagai wilayah. Sebanyak 409 ribu orang beruntung akan menyaksikan gerhana dengan cakupan setidaknya 70 persen.

Matahari “Tergigit” di Langit Pasifik dan Antartika

Fenomena gerhana kali ini lebih dominan terlihat di wilayah Samudera Pasifik, Selandia Baru, dan sebagian Antartika. Di beberapa lokasi seperti Macquarie Island, Australia, gerhana akan mencapai cakupan maksimum sebesar 78,46% selama kurang lebih 1 jam 23 menit.

Sementara di Christchurch, Selandia Baru, warga akan melihat hingga 69,15% cakupan selama 2 jam penuh. Di kawasan McMurdo Station, Antartika, gerhana akan berlangsung selama 2 jam 12 menit dengan cakupan sebatas 69,26%.

Berikut ini beberapa lokasi utama dan durasi penampakan Gerhana Matahari Sebagian:

  • 🌞 Auckland, New Zealand: 60,79% (1 jam 54 menit)
  • 🌞 Wellington, New Zealand: 66,25% (2 jam 4 menit)
  • 🌞 Noumea, New Caledonia: 29,77% (42 menit)
  • 🌞 Lautoka, Fiji: 26,47% (1 jam 17 menit)
  • 🌞 Nuku’alofa, Tonga: 31,66% (1 jam 59 menit)
  • 🌞 Rarotonga, Cook Islands: 22,69% (2 jam)
  • 🌞 Macquarie Island, Australia: 78,46% (1 jam 23 menit)
  • 🌞 McMurdo Station, Antartika: 69,26% (2 jam 12 menit)

Beberapa wilayah di Australia seperti Sydney dan Canberra juga berpeluang menyaksikan gerhana, tapi hanya sebatas 1% saja, bahkan di Canberra hanya selama satu menit dengan cakupan tidak sampai 0,1%.

Bisa Disaksikan Secara Daring

Meski tidak bisa diamati langsung di Indonesia, masyarakat tetap bisa menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) dari berbagai badan antariksa dan situs astronomi global.

Salah satunya tersedia melalui laman resmi Time and Date, yang kerap menyiarkan berbagai peristiwa langit secara daring.
👉 Live Streaming Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 – Time and Date

Kenapa Fenomena Ini Begitu Spesial?

Gerhana Matahari Sebagian bukan sekadar tontonan langit. Fenomena ini menjadi pengingat posisi dinamis benda-benda luar angkasa serta bagian dari siklus alam semesta yang menawarkan keindahan dan pelajaran kosmik.

Uniknya, setiap lokasi di bumi akan menyaksikan bentuk gerhana yang berbeda tergantung posisi pengamat terhadap garis bayangan bulan. Cakupan, durasi, dan bentuk “gigitan matahari” akan berubah-ubah dari satu titik ke titik lainnya.

Gerhana hari ini juga menjadi gerhana matahari terakhir di tahun 2025, sehingga menjadi momen penting bagi para pecinta astronomi di seluruh dunia.

Buat kamu yang ingin menyaksikan dan belajar soal fenomena ini, jangan lewatkan siarannya! Siapkan jaringan internet stabil, cari spot yang teduh, dan nikmati momen langka ini dari layar perangkatmu.

📌 Catatan penting: Jangan pernah melihat langsung ke matahari tanpa pelindung mata khusus yang sesuai standar keamanan!

Berita Terkait

Gempa Bermagnitudo 3,1 Guncang Gayo Lues Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Desa Lumban Tua Aceh Tenggara, Tidak Ada Korban Jiwa
Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan
Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah di Desa Batu Bulan I Aceh Tenggara, 39 Jiwa Terdampak
Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Membumbung
Kebakaran Hebat Landa Desa Kute Bakti, 13 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 
Uji Nyali di Atas Kabel, Kepala Dinas Damkar Gayo Lues Pastikan Jembatan Sementara Rampung 2 Hari

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru