Jusuf Kalla Tegaskan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh Bukan Bentuk Penolakan ke Pemerintah Pusat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:28 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, angkat bicara menanggapi kericuhan saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Menurut Jusuf Kalla, insiden yang terjadi diwarnai pengibaran bendera bulan bintang bukanlah bentuk penolakan terhadap pemerintah pusat, melainkan ekspresi ketidakpuasan yang lebih bersifat internal di lingkungan para mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa aksi massa tersebut dipicu oleh dinamika internal dan tuntutan yang lebih berorientasi pada perbaikan di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa permintaan dan aspirasi yang disuarakan massa tidak diarahkan pada pemerintah pusat, melainkan pada pemimpin lokal serta agenda-agenda perbaikan internal di Aceh.

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini semula digelar dalam suasana doa dan zikir bersama untuk mengenang 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Namun suasana berubah tegang setelah muncul aksi pengibaran bendera bulan bintang serta terjadi bentrokan dengan aparat keamanan di kawasan masjid. Sejumlah massa juga terlihat membawa bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam aksi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski terjadi insiden, Jusuf Kalla menilai peristiwa tersebut tidak mencerminkan keinginan masyarakat Aceh secara luas. Ia menuturkan, mayoritas warga Aceh telah menikmati dampak nyata dari perdamaian selama dua dekade terakhir, termasuk berlangsungnya pemilihan kepala daerah yang aman dan tertib tanpa gangguan signifikan.

Jusuf Kalla juga menilai pengibaran bendera bulan bintang tidak dapat diartikan sebagai upaya menghidupkan kembali konflik di Aceh. Ia berharap para pemimpin daerah dan tokoh Aceh, seperti Gubernur dan Wali Nanggroe, segera mengambil langkah untuk meredam situasi serta menuntaskan persoalan ketidakpuasan internal, agar keamanan dan stabilitas yang telah terjaga selama dua dekade lebih dapat tetap terpelihara.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa pondasi perdamaian Aceh tetap kokoh, dan yang terjadi di Banda Aceh lebih merupakan dinamika internal ketimbang ancaman terhadap keberlanjutan perdamaian di wilayah tersebut. Pemerintah pusat maupun seluruh masyarakat diimbau untuk menjaga suasana tetap damai dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah. (*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak” Saat Wawancara, Benny K Harman Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Upaya Pencarian Barang Pribadi Almarhum Sutrimo, Kuasa Hukum Sambangi Kediaman Mantan Jampidsus
Misteri Ponsel Hilang di Balik Kematian Sutrimo, Polisi Perdalam Penyidikan
Keluarga Sutrimo Datangi Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Soroti Kejanggalan Kematian
Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai
Tim Forensik Lakukan Uji Laboratorium Puluhan Sampel Jenazah Mantan Pegawai Jampidsus di Banyumas
Pemerintah Tetapkan Anggaran Rp240 Triliun untuk Program MBG di 2027
Mendagri Sebut Realisasi Belanja APBD 2026 Mencapai Rp538,6 Triliun hingga Juli

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Seunagan Timur Berlangsung Khidmat, Puluhan Pemenang Perlombaan Terima Hadiah

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Nagan Raya Gelar Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Ribuan Warga Seunagan Timur Tumpah Ruah Saksikan Gerak Jalan Indah HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:58 WIB

Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT ke-81 RI di Gunong Geulogo, Warga Antusias Semarakkan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara, Warga Dusun Neupet Meriahkan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:01 WIB

72 Paskibraka Nagan Raya Dikukuhkan, TRK: Kibarkan Merah Putih dengan Semangat dan Penghayatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Muspika, RAPI dan Masyarakat Sungai Mas Bersatu Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:27 WIB

RAPI Nagan Raya Apresiasi Gerak Cepat Satreskrim Polres Nagan Raya Tindak Dugaan Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru