HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Evakuasi Truk Tangki Tersangkut Usai Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:01 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang |Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir meninggalkan jejak kehancuran di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Permukiman warga, kawasan perkebunan, lahan peternakan, hingga unit kendaraan pribadi dan niaga turut menjadi korban keganasan alam. Guyuran hujan ekstrem dan meluapnya aliran sungai menyebabkan sebagian besar wilayah terendam air dan material lumpur sepanjang hari, memaksa ribuan warga mengungsi dan menghentikan aktivitas harian mereka.

Salah satu pemandangan yang menuai perhatian publik terjadi di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda. Di lokasi tersebut, dua unit mobil truk tangki tersapu arus banjir bandang dan terhenti dalam posisi bertumpukan — satu truk naik ke atas badan mobil lainnya. Kondisi yang tak biasa ini mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Selain menjadi simbol betapa dahsyatnya dampak banjir bandang, posisi truk yang tumpang tindih ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan. Fenomena tersebut cepat tersebar di media sosial dan menjadi tontonan warga secara langsung. Sejumlah masyarakat tampak berkumpul di sekitar lokasi, mengamati dan mengambil gambar meskipun posisi kendaraan tidak stabil dan berpotensi membahayakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat situasi tersebut, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi mendatangi langsung lokasi dua unit truk tangki tersebut. Guna menghindari potensi kecelakaan dan gangguan lalu lintas yang lebih luas, polisi mengambil inisiatif untuk mengevakuasi kedua kendaraan dengan mengerahkan satu unit eskavator dan satu unit crane.

“Kita mengerahkan dua unit alat berat untuk melakukan evakuasi terhadap kedua mobil tangki tersebut, dan Alhamdulillah evakuasi berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan,” ujar AKBP Muliadi di sela kegiatan evakuasi.

Ia menegaskan bahwa langkah ini disebabkan oleh meningkatnya antusias masyarakat yang berdatangan ke lokasi untuk sekadar mengambil video atau berfoto di dekat truk tersebut. Menurutnya, aktivitas itu berpotensi berbahaya karena posisi kendaraan tidak stabil, sementara tanah di sekitarnya masih basah dan labil.

“Kita melakukan evakuasi dengan tujuan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Mobil tangki yang berada di atas mobil lainnya ini sudah viral di media sosial, dan banyak masyarakat berdatangan meskipun kondisi cukup berisiko,” tambah AKBP Muliadi.

Fenomena tersebut juga berdampak terhadap arus lalu lintas di jalur utama Medan–Banda Aceh. Terjadinya perlambatan kendaraan karena banyaknya pengemudi yang melambatkan laju mobil untuk melihat dan mengabadikan momen, memperparah kepadatan di jalur tersebut.

“Selain banyak masyarakat yang berdatangan, kondisi ini juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh menjadi padat dan macet. Banyak pengguna jalan melambatkan kendaraan mereka untuk mengambil gambar, sehingga menimbulkan kemacetan cukup panjang,” pungkasnya.

Dengan evakuasi yang telah dilakukan, kepolisian berharap situasi kembali kondusif dan warga masyarakat tidak lagi terlalu mendekati lokasi bekas bencana sebelum keadaan benar-benar aman. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah-langkah penanganan pasca banjir yang saat ini terus berproses di berbagai wilayah terdampak.

Seiring surutnya banjir, tugas-tugas pemulihan mulai ditingkatkan. Pembersihan jalan, evakuasi kendaraan, pengangkutan lumpur, dan penanganan kesehatan masyarakat dilakukan secara terstruktur oleh berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, dan relawan. Kejadian seperti truk tangki terguling menjadi pengingat akan kecepatan dan kedahsyatan banjir bandang, serta pentingnya mitigasi risiko di wilayah rawan bencana seperti Aceh Tamiang. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru