Suka Makmue : Sebanyak 800 orang massa melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Provinsi Aceh pada hari Senin 9 Februari 2026.
Massa dari penambang rakyat di Kabupaten Nagan Raya itu berdatangan dengan kendaraan roda dua dan roda empat mengunakan mobil Trado sejak pukul 12.00 Wib.Yang di mulai Stat dari Masjid Jeuram Kecamatan Seunagan.
pantauan sejumlah awak media Ratusan massal brdiri di luar pagar gedung DPRK Nagan Raya, ratusan massa aksi tidak diizinkan masuk dan mendapat pengamanan dari petugas Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Nagan Raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga massa membentangkan sejumlah spanduk dan poster menyampaikan tuntutan menolak penutupan tambang emas di wilayah tersebut.
” Karena itu (Tambang) tempat kami mencari nafkah untuk menghidupkan dan mensejahterakan keluarga,”kata salah satu peserta aksi.
Setelah melakukan orasi diluar pagar, ratusan massa akhirnya diberikan masuk ke dalam perkarangan DPRK Nagan Raya.
Syahrul Fahmi, dengan sapaan akrab Tentram Wali mengatakan dalam orasi, dengan adanya kegiatan tambang cukup banyak membantu para pengaguran. Dan UMKM juga meningkat.Dan Tentra Wali menyampaikan beberapa Poin tuntutan yang dampingi Mualem Beutong.
Dari 25 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK ) Nagan Raya hanya 3 Orang yang di sambut, 22 orang lagi kemana ya.
Para massa aksi demo dikala mendengar kata kata dari Bapak Zulkarnain.SH yang bahwa ianya padahal ada tugas luar, namun jika dapat isu Masyarakat mau aksi Demo ke gedung DPRK, akhirnya Bapak Zulkarnain tidak jadi berangkat. Karana saya wakil Rakyat, harus saya dampingi Rakyat.Kata Zulkarnain ratusan massa aksi demo tepuk tangan.
Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan massa aksi langsung melakukan pertemuan diruang rapat paripurna, yang diterima langsung oleh Ketua komisi II Zulkarnain, SH, Sekretaris Komisi I, Iradani, wakil ketua komisi IV, Said Isa Quraisy, Plt Sekda Nagan Raya, Zulkifli, Kapolres Nagan Raya, Kapolres AKBP Benny Bathara, Sekwan DPRK Nagan Raya.
Massa yang dikomandoi Yussalem akrab disapa Bos Bandet menyampaikan aspirasi dengan harapan pihak DPRK, Pemkab dan Polri memberikan izin mereka menambang kembali.
Setelah sempat berdialog panjang sehingga lahir lah surat pernyataan yakni pembinaan rakyat penambang pribumi Nagan Raya.
“Dengan ini kami pimpinan DPRK bersama bupati menyatakan akan memfasilitasi dan memberikan ruang agar rakyat penambang pribumi Nagan Raya dapat melakukan aktivitasnya di dalam kabupaten sesuai aturan dan perundangan berlaku,” tulis dalam surat pernyataan tersebut yang ikut di Tanda tagan langsung oleh Ketua Komisi II Zulkarnain, Wakil Ketua Komisi IV Said Isa Quraisy, Sekretaris Komisi I Iradani, Kapolres Nagan Raya AKBP Benny Bathara dan Plt Sekda Zulkifli.
Kemudian Kegiatan tersebut berlangsung hingga sore dan mendapat respon positif dari para aksi pendemo.
“Terima kasih kepada bapak/ibu dari TNI Polri sehingga acara hari ini berjalan dengan lancar,” ucap orator dari atas mobil truck yang dilengkapi pengeras suara Shoun Sistem.
Selain itu Orator juga mengucapkan rasa terima kasih juga kepada wakil rakyat kita bapak Zulkarnain.SH sebagai ketua Komisi II DPRK Nagan Raya, yang telah bersedia hadir di tengah tengah kita dan membantu memberikan solusi kepada kita penambang rakyat,” tambah orator. yang diikuti dengan tepuk tangan bahagia para pengunjuk rasa.
Setelah memegang surat pernyataan “pembinaan rakyat penambang pribumi Nagan” massa membubarkan diri dengan tertib.( Red)






































