BANDA ACEH – Memasuki usia ke-53, Bank Aceh menegaskan tekad untuk terus memperkuat transformasi sebagai bank syariah yang sehat, modern, dan terpercaya. Komitmen itu tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga memperluas kontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Semangat tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Bank Aceh yang berlangsung di Lapangan Expo UMKM Bank Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8). Upacara dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, T. Robby Irza, yang membacakan amanat Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Aceh.
Mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus dijaga melalui tata kelola yang baik, pelayanan yang profesional, serta inovasi yang berkelanjutan. Pemerintah Aceh menilai Bank Aceh telah berkembang menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah sekaligus mitra strategis dalam memperkuat ekonomi syariah.
Dalam amanat tersebut, Pemerintah Aceh mendorong Bank Aceh untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), serta mempercepat berbagai agenda transformasi, termasuk persiapan menjadi bank devisa. Langkah itu dinilai penting untuk mendukung aktivitas perdagangan, investasi, dan membuka akses ekonomi Aceh ke pasar yang lebih luas.
Momentum HUT ke-53 juga bertepatan dengan telah lengkapnya jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Aceh. Kondisi tersebut diyakini akan memperkuat pengambilan kebijakan strategis sekaligus mempercepat implementasi program transformasi perusahaan.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan perjalanan selama 53 tahun merupakan bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh bersama masyarakat. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan nasabah menjadi amanah yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan tata kelola, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Sejak bertransformasi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Pengembangan layanan digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi produk berbasis syariah, hingga perluasan akses layanan keuangan menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Di tengah tantangan ekonomi, kinerja Bank Aceh tetap menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, total aset mencapai Rp29,7 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25 triliun. Penyaluran pembiayaan tercatat Rp21,87 triliun atau tumbuh 5,94 persen secara tahunan, sedangkan laba bersih mencapai Rp171 miliar. Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap Bank Aceh.
Berbagai penghargaan tingkat nasional turut memperkuat rekam jejak perusahaan, di antaranya Financial Literacy Award 2025 dari OJK, PRIMA Awards 2025 Platinum Award, Serambi Ekraf Award 2025, serta Top Sharia Regional Bank pada Indonesia 20 Syariah Awards 2026.
Tidak hanya berfokus pada bisnis, Bank Aceh juga terus menjalankan fungsi sosial. Saat Aceh dilanda bencana hidrometeorologi pada 2025, perusahaan memastikan layanan perbankan tetap berjalan melalui penerapan Business Continuity Management (BCM), sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memberikan relaksasi pembiayaan sesuai ketentuan regulator.
Rangkaian HUT ke-53 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, jalan santai bersama masyarakat, serta bakti sosial. Bank Aceh menyalurkan puluhan kursi roda dan ratusan paket bantuan kepada Ruang Onkologi RSUD dr. Zainoel Abidin serta SLB Bukesra Banda Aceh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Menginjak usia ke-53, Bank Aceh menatap masa depan dengan optimisme. Berbekal fondasi perusahaan yang sehat, dukungan pemegang saham, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, Bank Aceh menargetkan diri menjadi bank syariah yang semakin kompetitif sekaligus tetap menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi Aceh melalui pelayanan yang unggul, inovasi berkelanjutan, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat. (Jp)









































