Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:38 WIB

50285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo (42), meninggal dunia secara mendadak pada Kamis, 23 Juli 2026. Kematian Sutrimo menjadi sorotan dan menimbulkan sejumlah pertanyaan tajam di tengah situasi hukum yang tengah menjerat Febrie.

Dari keterangan yang beredar, Sutrimo yang dikenal berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, sempat menghubungi kerabat mengeluhkan sakit menjelang sore hari. Setelah ditelepon dan didatangi rekannya, Sutrimo ditemukan sudah tidak sadarkan diri dalam keadaan busa keluar dari mulut dan hidung. Ia tergeletak di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tidak lama kemudian, ambulans yang dipanggil oleh seseorang tak dikenal datang mengevakuasi korban ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan sudah meninggal dunia sejak tiba di IGD. Menurut keterangan petugas keamanan rumah sakit, almarhum diantar oleh empat orang yang tidak dikenal dan bukan bagian dari staf rumah sakit. Jenazahnya tiba di rumah keluarga dalam kondisi sudah dimandikan dan dikafani, sedangkan barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, ATM, dan pakaian terakhir yang digunakan belum diserahkan kepada keluarga hingga hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi semakin memantik pertanyaan karena berdasarkan pengakuan keluarga, Sutrimo sempat merasa takut dan sempat bercerita soal perselisihan proyek batu bara di Jambi yang melibatkan beberapa pihak. Namun, dugaan keterlibatan masalah bisnis hingga kini belum dapat dibuktikan secara hukum. Di tengah polemik, publik menyoroti sejumlah kejanggalan mulai dari proses evakuasi, kondisi fisik korban, hingga hilangnya barang-barang pribadi korban.

Kasus kematian ini kini dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi telah memeriksa keluarga, sopir ambulans, serta petugas rumah sakit untuk mengumpulkan keterangan dan menelusuri kronologi peristiwa. Tim penyidik juga mendalami rekam medis Sutrimo, riwayat pemesanan ambulans, termasuk lokasi awal penemuan jasad korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan setiap proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional demi memastikan fakta yang utuh. Namun, hingga kini penyebab kematian Sutrimo belum dapat dipastikan sembari menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian almarhum karena proses masih berjalan. Penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.

Di sisi lain, meninggalnya Sutrimo terjadi bersamaan dengan kasus hukum besar yang tengah dihadapi Febrie Adriansyah, mulai dari penggeledahan rumah hingga penetapan tersangka kasus korupsi dana Asabri serta proyek batu bara PLTU yang kini menempatkan Febrie dalam tahanan KPK. Rangkaian peristiwa ini membuat beragam spekulasi muncul di masyarakat, dari dugaan pengalihan isu, ketakutan korban sebelum wafat, hingga kemungkinan motif pembunuhan.

Di media sosial, berbagai unggahan mempertanyakan otopsi korban, keterlibatan pihak yang mengantar korban, serta riwayat kesehatan Sutrimo sebelum kejadiannya. Tagar desakan transparansi serta usut tuntas kematian Sutrimo terus digaungkan pengguna media sosial. Banyak warganet menyoroti pentingnya pengungkapan fakta utuh atas kematian yang dianggap tak wajar ini, seraya mengingatkan pada integritas penegakan hukum dan hak keluarga korban.

Polisi mengimbau masyarakat tak berspekulasi sembari menunggu hasil investigasi lengkap dan meminta seluruh pihak memberikan ruang penyidik bekerja secara profesional. Namun, tekanan publik tetap tinggi agar seluruh rangkaian dan motif peristiwa ini diungkap secara terang-benderang tanpa menutup celah pertanggungjawaban siapapun yang terlibat. Kini, publik menunggu aparat kepolisian benar-benar menjawab sederet pertanyaan mendasar seputar siapa pendorong utama, bagaimana kronologi pasti sebelum Sutrimo menghembuskan nafas terakhir, dan kemana barang-barang pribadi korban ketika proses evakuasi berlangsung. Semua fakta itu akan menjadi kunci mengurai misteri kematian penjaga rumah eks Jampidsus yang makin memantik kecurigaan di tengah pusaran kasus korupsi besar di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak” Saat Wawancara, Benny K Harman Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Upaya Pencarian Barang Pribadi Almarhum Sutrimo, Kuasa Hukum Sambangi Kediaman Mantan Jampidsus
Misteri Ponsel Hilang di Balik Kematian Sutrimo, Polisi Perdalam Penyidikan
Keluarga Sutrimo Datangi Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Soroti Kejanggalan Kematian
Jusuf Kalla Tegaskan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh Bukan Bentuk Penolakan ke Pemerintah Pusat
Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai
Tim Forensik Lakukan Uji Laboratorium Puluhan Sampel Jenazah Mantan Pegawai Jampidsus di Banyumas
Pemerintah Tetapkan Anggaran Rp240 Triliun untuk Program MBG di 2027

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru