slot preparation.lsrs.lu

Penangkapan 2 Orang Terkait Pidato Prabowo, Kompolnas Tekankan Ruang Digital Bukan Delik Pidana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:22 WIB

50383 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam mengingatkan aparat kepolisian untuk tetap memedomani aturan hukum dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam menindak perkara siber, khususnya terkait kerusuhan di ruang digital. Pernyataan ini disampaikan merespons penangkapan dua warga berinisial AYP dan AF oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat terkait komentar provokatif atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal program senjata nuklir Iran.

Menurut Choirul Anam, berdasarkan Putusan MK Nomor 115/PUU-XXII/2024, kerusuhan atau kegaduhan yang terjadi di dunia digital tidak bisa serta merta dikategorikan sebagai tindak pidana. Ia menegaskan, putusan MK tersebut menafsirkan dinamika di ruang siber berbeda dengan kejadian di dunia nyata. Kompolnas menilai bahwa kebebasan berekspresi, termasuk di dunia digital, tetap harus dijaga kecuali jika terdapat unsur fitnah, hasutan kebencian, atau provokasi yang mengarah pada kekerasan fisik.

Penangkapan AYP dan AF berawal dari laporan polisi yang diterima pada 4 Agustus 2026. Keduanya diduga terlibat dalam unggahan dan komentar di Threads yang menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil penyelidikan, lokasi terkait kasus ini berada di Jalan Raya Cimahi, Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Salah satu komentar yang menjadi perhatian aparat, dinilai dapat berpotensi mengganggu ketertiban umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa para tersangka dijerat dengan pasal-pasal di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang KUHP terbaru. Namun, Kompolnas mewanti-wanti polisi untuk bersikap profesional dan selalu mengedepankan prinsip hukum serta hak asasi manusia sebagaimana arahan putusan MK.

Dalam putusan tersebut disebutkan, kerusuhan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 28 ayat 3 UU ITE harus dibatasi hanya pada kejadian di ruang fisik dan tidak berlaku untuk keributan atau kegaduhan di dunia digital. Oleh sebab itu, Kompolnas mengingatkan pentingnya ruang siber tetap menjadi bagian kebebasan berekspresi, namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Hingga kini, proses penyelidikan kasus masih berlangsung di Polda Jawa Barat. Kompolnas meminta masyarakat untuk mengikuti proses hukum dan menunggu penjelasan resmi terkait kelanjutan penanganan perkara tersebut. (*)

Berita Terkait

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB