Akses Gayo Lues Masih Terputus, Ancaman Longsor Hambat Distribusi dan Pemulihan Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:46 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Memasuki minggu keempat pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, sejumlah wilayah masih berada dalam kondisi darurat. Akses vital penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara, yang berperan penting dalam distribusi logistik dan arus pengungsi, masih tergolong rawan untuk dilintasi. Kerusakan infrastruktur dan ancaman longsor susulan menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan.

Di Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, salah satu titik longsor terbesar telah memutus jalan sepanjang kurang lebih 300 meter. Upaya pembersihan akses terus dilakukan. Sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuka jalur. Namun, kondisi tanah yang belum stabil akibat tingginya curah hujan membuat pekerjaan berlangsung secara terbatas dan dalam situasi yang penuh risiko.

Sejak Kamis pagi (18/12), jalur menuju Aceh Tenggara mulai bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Meski demikian, dengan masih banyaknya material longsor berupa tanah dan kerikil di sejumlah titik, jalur tersebut belum sepenuhnya aman. Pergerakan tanah sewaktu-waktu masih berpotensi menyebabkan longsor susulan yang kembali menutup badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada beberapa titik, meskipun sudah dibersihkan, longsor kembali terjadi dan menutup jalur. Ini membuat kami harus mengulang pekerjaan dari awal,” ujar Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dalam keterangan langsungnya saat diwawancarai TV One, Sabtu (20/12/2025). Ia menyampaikan bahwa seluruh alat berat yang tersedia, baik milik pemerintah daerah maupun milik swasta, telah dikerahkan untuk percepatan evakuasi dan pembukaan jalan.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas medan dan luasnya wilayah terdampak. Pemerintah daerah pun telah meminta dukungan tambahan alat berat dari pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu mempercepat penanganan infrastruktur dasar.

Kondisi lebih memprihatinkan justru terjadi di wilayah terpencil seperti Kecamatan Pining. Hingga kini, akses darat menuju kecamatan tersebut masih terputus total. Tidak ada kendaraan yang bisa mencapai lokasi, memaksa warga berjalan kaki hingga sepuluh jam lamanya hanya untuk mengambil bantuan logistik dari posko utama. Di sisi lain, kondisi fisik warga yang kelelahan serta terbatasnya pasokan logistik menjadi ancaman serius bagi ketahanan mereka selama masa pemulihan.

Keterbatasan akses juga memperburuk distribusi kebutuhan dasar lainnya. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji semakin dirasakan. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, menambah beban masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan akses, kebutuhan pokok, serta keamanan infrastruktur.

Situasi di Gayo Lues menjadi potret nyata betapa kompleksnya penanganan bencana di wilayah dengan topografi ekstrem. Pemerintah daerah terus mengupayakan (Abdiansyah)

Berita Terkait

Bupati Aceh Timur Sambut Hangat Relawan Petani Muda Millenial Sesudah Melaksanakan Penyaluran Donasi Terdampak Bencana Aceh
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining
Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian
Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!
Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian
Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang
BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB