Monyet Liar Resahkan Warga Simpang Tiga dan Reje Guru, Warga Khawatir Keselamatan Anak-anak

J.PORANG

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:10 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH. BARANEWS.CO — Kemunculan sejumlah monyet liar di kawasan permukiman warga Kampung Simpang Tiga dan Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hewan-hewan liar tersebut dilaporkan kerap berkeliaran di sekitar rumah penduduk dan mencari makanan di lingkungan warga, Senin (15/6/2026).

Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena keberadaan satwa liar tersebut dinilai semakin sering terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang warga, Janu, mengatakan kemunculan monyet liar itu mulai terlihat sejak pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan diduga membuat satwa tersebut keluar dari habitat aslinya dan mendekati kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak pasca bencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, beberapa ekor monyet liar sering berkeliaran di sekitar permukiman warga untuk mencari makanan,” kata Janu.

Ia menuturkan, kehadiran hewan liar tersebut membuat masyarakat waspada. Selain berpotensi merusak tanaman dan kebun milik warga, monyet-monyet itu juga dikhawatirkan dapat bertindak agresif apabila merasa terancam atau kesulitan mendapatkan makanan.

“Kami khawatir jika hewan-hewan tersebut dalam keadaan lapar dan sewaktu-waktu bisa menyerang warga, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Sejumlah warga mengaku kini lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar lingkungan permukiman guna menghindari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Masyarakat berharap pemerintah kampung bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap keberadaan satwa liar tersebut. Langkah antisipatif dinilai penting agar keselamatan warga tetap terjaga sekaligus memastikan satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat yang lebih aman.

“Kami memohon kepada pihak terkait, baik aparatur kampung maupun pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang, agar dapat membantu menangani hewan liar tersebut sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat menghindari hal-hal yang tidak kita harapkan,” tutur Janu.

Hingga berita ini ditulis, monyet-monyet liar tersebut masih dilaporkan beberapa kali terlihat di sekitar kawasan permukiman warga. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari instansi terkait guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat merugikan kedua belah pihak.

(Dani)

Berita Terkait

Danrem 132/Tdl Hadiri Sertijab dan Tradisi Satuan Irdam XXIII/PW serta Danpomdam XXIII/PW, Wujud Regenerasi Kepemimpinan TNI AD
Membangun Kemandirian Mustahik Melalui Ekosistem Produktif
Pulihkan Hutan Pascabencana, Ratusan Relawan Tanam 2.000 Pohon di Mendale
Kritik, Evaluasi, dan Harapan: Menatap Peran Baitul Mal Secara Objektif
Patungan Beli Sapi, Warga Pasar Simpang Tiga Lestarikan Tradisi Kuah Belangong Saat Idul Adha
Asap dan Limbah PT Hopson Aceh Industri Dinilai Ancam Lingkungan dan Kehidupan Warga Pinang Rugup
Warga Buntul Kemumu Sembelih 33 Hewan Kurban Termasuk Sapi Bantuan Presiden
Dua Kali Raih Penghargaan Nasional, Pemkab Gayo Lues Tegaskan Komitmen Lestarikan Bahasa Gayo

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:20 WIB

Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:25 WIB

Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Berita Terbaru