HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Monyet Liar Resahkan Warga Simpang Tiga dan Reje Guru, Warga Khawatir Keselamatan Anak-anak

J.PORANG

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:10 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH. BARANEWS.CO — Kemunculan sejumlah monyet liar di kawasan permukiman warga Kampung Simpang Tiga dan Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hewan-hewan liar tersebut dilaporkan kerap berkeliaran di sekitar rumah penduduk dan mencari makanan di lingkungan warga, Senin (15/6/2026).

Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena keberadaan satwa liar tersebut dinilai semakin sering terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang warga, Janu, mengatakan kemunculan monyet liar itu mulai terlihat sejak pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan diduga membuat satwa tersebut keluar dari habitat aslinya dan mendekati kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak pasca bencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, beberapa ekor monyet liar sering berkeliaran di sekitar permukiman warga untuk mencari makanan,” kata Janu.

Ia menuturkan, kehadiran hewan liar tersebut membuat masyarakat waspada. Selain berpotensi merusak tanaman dan kebun milik warga, monyet-monyet itu juga dikhawatirkan dapat bertindak agresif apabila merasa terancam atau kesulitan mendapatkan makanan.

“Kami khawatir jika hewan-hewan tersebut dalam keadaan lapar dan sewaktu-waktu bisa menyerang warga, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Sejumlah warga mengaku kini lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar lingkungan permukiman guna menghindari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Masyarakat berharap pemerintah kampung bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap keberadaan satwa liar tersebut. Langkah antisipatif dinilai penting agar keselamatan warga tetap terjaga sekaligus memastikan satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat yang lebih aman.

“Kami memohon kepada pihak terkait, baik aparatur kampung maupun pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang, agar dapat membantu menangani hewan liar tersebut sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat menghindari hal-hal yang tidak kita harapkan,” tutur Janu.

Hingga berita ini ditulis, monyet-monyet liar tersebut masih dilaporkan beberapa kali terlihat di sekitar kawasan permukiman warga. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari instansi terkait guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat merugikan kedua belah pihak.

(Dani)

Berita Terkait

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Ketua BPD Sungai Jering Diduga Pemilik Tambang Ilegal Bukit Keramat yang Tewaskan Operator Asal Medan
Panitia Mulai Merampungkan Persiapan Musda VI DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues
Cekcok Suami Istri Berujung Vila Terbakar di Bener Meriah, Kerugian Rp 500 Juta dan Seorang Perempuan Jadi Tersangka
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Banjir Kembali Mengancam Kampung Agusen, BPBD Gayo Lues Dirikan Empat Tenda Darurat
BPBD Gayo Lues Siapkan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pekerjaan Ditargetkan Mulai 19 Oktober
Ada Apa Dengan PWI Aceh …?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB