SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi, keempat tersangka saat ini ditahan di Polres Johor Bahru Utara. Merujuk pada hasil penyelidikan awal, keempat orang yang terdiri atas dua pasang suami istri berusia antara 30 hingga 34 tahun ini diduga melakukan penganiayaan sejak Juli 2025 lalu, tepatnya di sebuah rumah pribadi tempat para korban bekerja. Namun, baru pada pertengahan Juni 2026 kasus itu mencuat ke permukaan setelah rekaman amatir yang memperlihatkan korban utama berinisial YY mengalami kekerasan fisik, menyebar di berbagai platform digital.
Penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian setempat menemukan fakta keberadaan dua asisten rumah tangga asal Indonesia lainnya di lokasi yang sama. Mereka dikonfirmasi turut menjadi korban penyiksaan serupa oleh para pelaku yang berperan sebagai majikan. Saat ini, ketiga korban telah dievakuasi dan ditempatkan di rumah perlindungan yang dikelola oleh otoritas terkait di Malaysia. Mereka diketahui dalam kondisi fisik yang mulai berangsur pulih setelah mendapat penanganan medis.
Pemerintah Indonesia melalui KJRI Johor Bahru bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur segera memberikan pendampingan hukum bagi seluruh korban. Kedua lembaga ini juga tengah mengawal penegakan hukum di pengadilan Malaysia guna memastikan proses peradilan berjalan setransparan mungkin. Selain dukungan psikologis, pemerintah Indonesia juga menuntut hak-hak finansial dan perawatan kesehatan korban dapat terpenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan hukum dan perlindungan pekerja migran lintas negara.
Menanggapi insiden ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menginformasikan bahwa seluruh pekerja migran korban penganiayaan sudah selesai menjalani pemeriksaan medis intensif, dan saat ini kondisi ketiganya dalam proses pemulihan. Pemerintah mengingatkan kembali pentingnya penempatan pekerja migran ke luar negeri melalui jalur yang resmi dan terawasi, guna memastikan seluruh dokumen, kontrak kerja, dan perlindungan hukum dapat diberikan secara maksimal oleh representasi Indonesia di negara tujuan.
Kasus kekerasan yang menimpa pekerja migran Indonesia di Johor Bahru ini kembali mempertegas urgensi perlindungan bagi para pekerja di luar negeri. Selain menjadi pengingat konkret akan ancaman kekerasan yang masih kerap menghantui tenaga kerja migran Indonesia, kasus ini juga mendorong perlunya koordinasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga perlindungan pekerja untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan PenyelidikanMinggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan AktifMinggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB
AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan JurnalisMinggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB
YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan DemokrasiSabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada KriminalisasiSabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB
Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku DikriminalisasiJumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB
MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak KonsumenJumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak IndonesiaBerita Terbaru
MEDAN
Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Senin, 27 Jul 2026 - 19:00 WIB
ACEH TENGGARA
Senin, 27 Jul 2026 - 15:09 WIB
ACEH TENGGARA
Ngopi Bareng Warga, Kapolsek Babussalam Serap Aspirasi dan Dengarkan Keluhan Masyarakat Desa Kutarih
Senin, 27 Jul 2026 - 14:27 WIB
BANDA ACEH
Tarmizi Age: Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Cukong, Rakyat Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton
Minggu, 26 Jul 2026 - 23:43 WIB
ACEH SINGKIL
Minggu, 26 Jul 2026 - 23:30 WIB

26 Juli 2026 | 10:38 pm WIB

26 Juli 2026 | 7:00 pm WIB

26 Juli 2026 | 1:41 pm WIB

26 Juli 2026 | 6:09 am WIB

26 Juli 2026 | 12:26 am WIB

25 Juli 2026 | 2:40 am WIB

14 Juli 2026 | 9:53 pm WIB

13 Juli 2026 | 5:03 pm WIB

25 Juli 2026 | 7:12 pm WIB

22 Juli 2026 | 11:52 pm WIB

22 Juli 2026 | 8:35 pm WIB

22 Juli 2026 | 7:17 pm WIB

26 Juli 2026 | 11:43 pm WIB

26 Juli 2026 | 10:15 pm WIB

24 Juli 2026 | 10:18 pm WIB

20 Juli 2026 | 2:43 am WIB

5 Juli 2026 | 11:50 am WIB

4 Juli 2026 | 12:03 pm WIB

26 Juli 2026 | 10:38 pm WIB

26 Juli 2026 | 7:00 pm WIB

23 Juli 2026 | 8:36 pm WIB

21 Juli 2026 | 10:46 pm WIB
