Bener Meriah. Baranewsaceh.co –
Tradisi adat Gayo “Bemunge” terus hidup dan kembali digaungkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bener Meriah. Prosesi sakral yang sarat nilai budaya itu menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan siswa sekaligus simbol eratnya hubungan antara orang tua dan tenaga pendidik.
Tradisi tersebut turut dilaksanakan oleh MIN 2 Bener Meriah dalam rangka pelepasan siswa kelas VI tahun ajaran 2026. Kegiatan berlangsung di Home Stay Rembele, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit kabupaten Bener Meriah. Sabtu (16/5/2026).
Kepala MIN 2 Bener Meriah, Lasma Farida, mengingatkan para siswa agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Siapa tahu, suatu saat nanti ada di antara kalian yang kembali ke sekolah ini sebagai guru,” ujar Lasma di hadapan wali murid dan para siswa.
Ia menyebutkan, sebanyak 68 siswa akan menyelesaikan pendidikan di MIN 2 Bener Meriah tahun ini. Lasma juga berpesan agar seluruh siswa tetap menjaga nama baik almamater di manapun berada.
Dalam kesempatan itu, Maestro Bahasa dan Budaya Gayo Kabupaten Bener Meriah, Munawir Arloti, menekankan pentingnya dukungan orang tua terhadap dunia pendidikan.
Menurut Munawir, sejak dahulu masyarakat Gayo memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan. Hal itu terlihat dari tradisi wakaf tanah yang dilakukan leluhur demi mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan.
“Jangan pelit mendukung pendidikan anak. Pendidikan adalah investasi masa depan,” katanya.
Munawir juga menjelaskan makna “ketep” atau uang logam yang disertakan dalam prosesi penyerahan anak kepada Tengku Guru. Simbol tersebut, kata dia, menggambarkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya dibebankan kepada sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua dan lembaga pendidikan.
Selain itu, ia meminta para wali murid bersikap bijaksana terhadap pola pendidikan yang diterapkan guru. Dalam proses pembentukan karakter dan disiplin, menurutnya, seorang pendidik terkadang harus bersikap tegas demi kebaikan anak didik.
Prosesi adat Bemunge tersebut dibuka oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah melalui pengawas madrasah, Ahdi Musa. Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Armoza Arita, unsur Majelis Pendidikan Daerah (MPD), para maestro bahasa dan budaya, serta puluhan wali murid. (Dani)










































