Om Sur Apresiasi Antusiasme Masyarakat, Generasi Z, dan Panitia yang Dinilai Humanis serta Menjunjung Nilai-Nilai Syariat Islam di Bhayangkara Fest 2026

ADMIN

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:52 WIB

50413 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Aceh, khususnya kalangan Generasi Z, yang tetap bertahan mengikuti tausiyah Ustaz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. meskipun hujan mengguyur lokasi kegiatan Bhayangkara Fest 2026 di Lapangan Merah Polda Aceh, Jumat malam (19/6/2026).

 

Menurut Om Sur, semangat ribuan jamaah yang tidak beranjak dari lokasi acara menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Aceh masih memiliki kecintaan yang besar terhadap majelis ilmu dan dakwah Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya sangat mengapresiasi seluruh masyarakat Aceh, terutama anak-anak muda dan Generasi Z yang tetap bertahan mendengarkan tausiyah Ustaz Adi Hidayat walaupun hujan turun. Ini menunjukkan semangat menuntut ilmu agama di Aceh masih sangat tinggi,” ujar Om Sur.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, termasuk para wali kota dan bupati se-Aceh. Hadir pula Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, yang ikut menyaksikan antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan Bhayangkara Fest 2026.

 

Selain mengapresiasi masyarakat, Om Sur juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia dan jajaran penyelenggara Bhayangkara Fest 2026 yang dinilai berhasil menghadirkan suasana yang tertib, aman, nyaman, dan humanis bagi seluruh pengunjung.

 

Ia menilai tudingan sebagian pihak yang menyebut kegiatan tersebut melanggar syariat Islam tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Menurutnya, sejak awal kedatangan peserta, panitia telah menerapkan pengaturan yang memperhatikan nilai-nilai syariat dan kearifan lokal Aceh.

 

“Ada yang mengatakan acara ini melanggar syariat. Namun faktanya, sejak masyarakat datang ke lokasi, panitia telah mengarahkan dan menuntun peserta dengan baik. Jamaah perempuan diarahkan ke sisi kanan, sementara jamaah laki-laki ke sisi kiri. Ini menunjukkan panitia tetap memperhatikan norma dan nilai-nilai syariat yang berlaku di Aceh,” tegas Om Sur.

 

Menurutnya, pengaturan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggara tidak hanya fokus pada kesuksesan acara, tetapi juga berupaya menjaga kenyamanan, ketertiban, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

 

“Saya juga mengapresiasi seluruh panitia Bhayangkara Fest 2026 yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Suasana yang tercipta sangat humanis, damai, tertib, dan nyaman. Masyarakat yang hadir merasa aman dan menikmati kegiatan dengan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

 

Om Sur berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fest 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh pelaksanaan kegiatan publik yang mampu mengedepankan nilai edukasi, dakwah, persatuan, serta kedekatan antara masyarakat dan institusi negara.

 

Bhayangkara Fest 2026 menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang menghadirkan berbagai kegiatan sosial, budaya, hiburan, dan keagamaan. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh, termasuk kalangan generasi muda, menunjukkan tingginya dukungan publik terhadap kegiatan yang mengedepankan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai religius di Tanah Rencong.

Berita Terkait

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh
Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian
Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Kunjungan Delegasi PBB ke Aceh Picu Sorotan Dunia: Aspirasi Kemerdekaan dan Potensi Referendum Mencuat

Senin, 20 Juli 2026 - 21:53 WIB

Operasi Besar Ditres Siber Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berbasis Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:21 WIB

Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:16 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Pemimpin Korup di Indonesia Agar Worning Bagi Pemimpin Korupsi!!

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:50 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:10 WIB

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:05 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional

Berita Terbaru