slot preparation.lsrs.lu

Prabowo Tegaskan Indonesia Ogah Didikte Kekuatan Global di Forum BRICS

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 17:49 WIB

50332 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEW DELHI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan pernyataan bernada tegas di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS dalam sesi terbatas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian terpolarisasi, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak akan membiarkan kedaulatan negaranya didikte oleh kekuatan atau blok kekuasaan tertentu.

Dalam forum yang merepresentasikan separuh populasi manusia tersebut, Prabowo menyoroti pentingnya kemandirian nasional sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menyatakan bahwa ketahanan suatu bangsa harus dimulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyat, mencakup ketahanan pangan, pasokan energi, pendidikan, hingga upaya sistemik dalam menyejahterakan masyarakat. Bagi Prabowo, ketahanan yang kokoh di dalam negeri adalah kunci agar sebuah negara tidak mudah ditekan atau dijadikan objek kepentingan negara adidaya.

Prabowo pun secara terang-terangan mengkritik praktik politisasi ekonomi global. Ia menyerukan agar perdagangan internasional dan sistem mata uang tidak dipersenjatai atau dijadikan alat untuk menekan negara berkembang. Menurutnya, lembaga keuangan internasional perlu berevolusi agar lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara Global South, termasuk dalam akses yang lebih adil terhadap sumber daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Presiden menekankan perlunya reformasi besar-besaran pada sistem multilateral, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia memandang PBB sebagai satu-satunya wadah di mana seluruh negara berdiri sebagai pihak yang setara, namun lembaga tersebut harus diubah agar lebih representatif dan mampu memberikan hasil konkret. Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota baru BRICS, menurut Prabowo, menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarnegara berkembang guna membentuk institusi global yang lebih inklusif, adil, dan tidak bias terhadap kepentingan kekuatan tertentu. (*)

Berita Terkait

Rumor Kematian Kim Jong Un Terbantahkan Lewat Kemunculan ke Publik
Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Ribuan Ditangkap dan Ratusan Polisi Terluka
Malaysia Desak Isu Kabut Asap Lintas Negara Jadi Agenda Serius di ASEAN
Singapura Layangkan Notifikasi Hukum, Pemerintah Indonesia Fokus Penanganan Karhutla di Lapangan
Ditegur Singapura, Negara Kalah Tegas: Tujuh Korporasi Indonesia Diancam Denda Akibat Ekspor Kabut Asap
Singapura Layangkan Surat kepada Tujuh Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Lintas Batas
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes Diplomatik Soal Kabut Asap, Modal Perusahaan Malaysia di Indonesia Ikut Disorot
Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru