GAYO LUES | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mengintensifkan realisasi penyerapan dana Transfer ke Daerah untuk memacu pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang sempat lumpuh. Di tengah realisasi keuangan yang baru mencapai 31,36 persen hingga penghujung tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan fisik di lapangan dapat dituntaskan sebelum akhir Desember 2026.
Percepatan dilakukan dengan menekan seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar segera mengoptimalkan pengerjaan proyek. Penekanan itu disampaikan sebagai langkah korektif atas lambatnya serapan anggaran, sementara progres fisik di lapangan sudah mencapai hampir 50 persen. Ketimpangan antara serapan keuangan dan capaian fisik ini menjadi alasan utama pemerintah daerah mengambil langkah manuver manajerial agar pembangunan tidak tertahan di urusan administratif.
Untuk menjaga ritme kerja tetap efisien, Pemkab Gayo Lues menerapkan sistem kerja sif atau giliran kepada para pekerja konstruksi di lokasi bencana. Kebijakan ini diambil agar aktivitas di lapangan berlangsung secara berkesinambungan tanpa jeda, sehingga pengerjaan proyek vital tidak mengalami keterlambatan. Sistem sif tersebut memungkinkan pengerjaan dilakukan secara bergantian siang dan malam di titik-titik kerusakan infrastruktur yang menjadi prioritas.
Upaya akselerasi ini disosialisasikan kepada seluruh jajaran terkait pada 3 November 2026 sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan respons cepat atas kerusakan infrastruktur. Melalui manajemen waktu yang lebih ketat tersebut, pemerintah setempat meyakini tanggung jawab anggaran dan target fisik dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan akses vital warga kembali pulih sebelum pergantian tahun. (*)








































