slot preparation.lsrs.lu

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

5082 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berpacu dengan waktu untuk memulihkan infrastruktur vital yang luluh lantak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu. Kerusakan masif yang menyentuh nadi ekonomi warga, terutama akses jalan menuju perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah, kini terbentur pada tembok fiskal yang rapuh.

Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menjadi hambatan utama yang diakui secara terbuka oleh pemerintah daerah. Kapasitas APBD Gayo Lues dinilai tidak akan mampu menanggung beban pemulihan secara keseluruhan. Berdasarkan perhitungan yang kini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, total kebutuhan dana untuk memulihkan seluruh infrastruktur yang terdampak bencana diperkirakan mencapai Rp4,2 triliun. Angka tersebut jauh melampaui kemampuan keuangan daerah dan direncanakan akan dicicil dalam program pembangunan jangka menengah hingga tahun 2028.

Untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan mendesak di lapangan dan perencanaan di atas kertas, pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan revisi dokumen RPJMD. Revisi ini dianggap krusial untuk melakukan penyesuaian prioritas anggaran agar lebih responsif terhadap kondisi darurat pascabencana yang masih dirasakan petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki tahun anggaran 2026, pemerintah daerah terpaksa mengambil kebijakan prioritas yang selektif. Fokus utama pembangunan tahun ini diarahkan pada dua sektor paling mendesak, yakni rehabilitasi perumahan warga yang rusak dan pemulihan sektor pertanian agar roda ekonomi tidak berhenti total. Pemerintah mengakui, meski sejumlah bantuan dari pihak luar telah diterima, dukungan tersebut masih jauh dari kata cukup untuk menuntaskan perbaikan seluruh akses jalan perkebunan yang terputus dan terisolasi akibat longsor dan banjir.

Di tengah keterbatasan itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menaruh harapan besar pada intervensi pemerintah pusat. Selain bantuan finansial, dukungan konkret yang paling diharapkan adalah percepatan proyek normalisasi sungai. Langkah ini dinilai bukan sekadar proyek fisik, melainkan prioritas strategis untuk memutus mata rantai bencana. Tanpa normalisasi sungai yang menyeluruh, permukiman warga di bantaran sungai akan terus berada dalam ancaman bencana serupa yang bisa datang kembali kapan saja. (*)

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih
Kebakaran Hebat Landa Telege Jernih Gayo Lues, Satu Petugas Damkar Terluka Jatuh dari Mobil
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:35 WIB

Dalang Uang Palsu Rp980 Juta untuk Demo Jakarta Ternyata Eks Calon Bupati, Jaringan Sudah Beroperasi Sejak 2024

Senin, 2 November 2026 - 17:29 WIB

BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Minggu, 1 November 2026 - 05:07 WIB

Putusan Mahkamah Agung Soal Ijazah Gibran: Relawan Klaim Jabatan Wapres Tetap Aman

Minggu, 1 November 2026 - 04:44 WIB

Polemik Ijazah SMA Gibran Rakabuming, Rombongan Massa Minta Presiden Prabowo Bertindak Tegas

Minggu, 1 November 2026 - 04:39 WIB

Konsekuensi Hukum Putusan MA: Gibran Rakabuming Dinilai Tidak Pernah Menjabat

Minggu, 1 November 2026 - 04:14 WIB

Kerugian Negara Triliunan Rupiah, KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai di Kudus

Minggu, 1 November 2026 - 03:54 WIB

Polemik Ijazah Wapres: Tim Hukum Pengadu Datangi Kediaman Presiden

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Mahfud MD Dorong Proses Pidana Usai MA Nyatakan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah

Berita Terbaru