Monyet Liar Resahkan Warga Simpang Tiga dan Reje Guru, Warga Khawatir Keselamatan Anak-anak

J.PORANG

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:10 WIB

50365 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH. BARANEWS.CO — Kemunculan sejumlah monyet liar di kawasan permukiman warga Kampung Simpang Tiga dan Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hewan-hewan liar tersebut dilaporkan kerap berkeliaran di sekitar rumah penduduk dan mencari makanan di lingkungan warga, Senin (15/6/2026).

Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena keberadaan satwa liar tersebut dinilai semakin sering terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang warga, Janu, mengatakan kemunculan monyet liar itu mulai terlihat sejak pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan diduga membuat satwa tersebut keluar dari habitat aslinya dan mendekati kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak pasca bencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, beberapa ekor monyet liar sering berkeliaran di sekitar permukiman warga untuk mencari makanan,” kata Janu.

Ia menuturkan, kehadiran hewan liar tersebut membuat masyarakat waspada. Selain berpotensi merusak tanaman dan kebun milik warga, monyet-monyet itu juga dikhawatirkan dapat bertindak agresif apabila merasa terancam atau kesulitan mendapatkan makanan.

“Kami khawatir jika hewan-hewan tersebut dalam keadaan lapar dan sewaktu-waktu bisa menyerang warga, khususnya anak-anak,” ujarnya.

Sejumlah warga mengaku kini lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar lingkungan permukiman guna menghindari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Masyarakat berharap pemerintah kampung bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap keberadaan satwa liar tersebut. Langkah antisipatif dinilai penting agar keselamatan warga tetap terjaga sekaligus memastikan satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat yang lebih aman.

“Kami memohon kepada pihak terkait, baik aparatur kampung maupun pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang, agar dapat membantu menangani hewan liar tersebut sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat menghindari hal-hal yang tidak kita harapkan,” tutur Janu.

Hingga berita ini ditulis, monyet-monyet liar tersebut masih dilaporkan beberapa kali terlihat di sekitar kawasan permukiman warga. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari instansi terkait guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat merugikan kedua belah pihak.

(Dani)

Berita Terkait

Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi
Dukungan FSP Maritim Indonesia: Arief Martha Rahadyan Didorong Berkontribusi untuk Indonesia
MAN 1 Pidie Kembali Berprestasi di Tingkat Internasional, Dua Siswa Raih Juara 3 WRCC
Jelang HUT Ke-81 RI, Drumband SMA Negeri Seribu Bukit Blangpegayon Intensif Berlatih
Tujuh Kantor Pemerintah di Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Diduga Dipicu Pemotongan Dana Desa
PLN Blangkejeren Jelaskan Penyebab Listrik Padam Saat Magrib dan Subuh, Akibat Defisit Daya
Listrik Gayo Lues Berulang Kali Padam, Alarm Keras atas Rapuhnya Infrastruktur Kelistrikan
Satresnarkoba Polres Bener Meriah Amankan Sorang Pria Dengan 29 Paket Sabu dan 70 Gram Ganja

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:06 WIB

ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:53 WIB

Senjata Api Mengancam Masyarakat, IMP Desak Evaluasi dan Pemeriksaan Polres Aceh Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:31 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:25 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Berita Terbaru