BENER MERIAH. BARANEWS.CO — Kemunculan sejumlah monyet liar di kawasan permukiman warga Kampung Simpang Tiga dan Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hewan-hewan liar tersebut dilaporkan kerap berkeliaran di sekitar rumah penduduk dan mencari makanan di lingkungan warga, Senin (15/6/2026).
Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena keberadaan satwa liar tersebut dinilai semakin sering terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang warga, Janu, mengatakan kemunculan monyet liar itu mulai terlihat sejak pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan diduga membuat satwa tersebut keluar dari habitat aslinya dan mendekati kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak pasca bencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, beberapa ekor monyet liar sering berkeliaran di sekitar permukiman warga untuk mencari makanan,” kata Janu.
Ia menuturkan, kehadiran hewan liar tersebut membuat masyarakat waspada. Selain berpotensi merusak tanaman dan kebun milik warga, monyet-monyet itu juga dikhawatirkan dapat bertindak agresif apabila merasa terancam atau kesulitan mendapatkan makanan.
“Kami khawatir jika hewan-hewan tersebut dalam keadaan lapar dan sewaktu-waktu bisa menyerang warga, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Sejumlah warga mengaku kini lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar lingkungan permukiman guna menghindari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Masyarakat berharap pemerintah kampung bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap keberadaan satwa liar tersebut. Langkah antisipatif dinilai penting agar keselamatan warga tetap terjaga sekaligus memastikan satwa tersebut dapat dikembalikan ke habitat yang lebih aman.
“Kami memohon kepada pihak terkait, baik aparatur kampung maupun pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang, agar dapat membantu menangani hewan liar tersebut sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat menghindari hal-hal yang tidak kita harapkan,” tutur Janu.
Hingga berita ini ditulis, monyet-monyet liar tersebut masih dilaporkan beberapa kali terlihat di sekitar kawasan permukiman warga. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari instansi terkait guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat merugikan kedua belah pihak.
(Dani)



































































