slot preparation.lsrs.lu

Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:52 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PIDIE — Komitmen menjaga perdamaian di Aceh kembali disuarakan salah satu tokoh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Kabupaten Pidie, Rusli alias Nagoya. Dalam sambutan pada Acara Bimbingan Tehnik dan Doa bersama peringatan Hari Damai Aceh dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81, yang dihadiri sekitar ratusan Exs Kombtan GAM dan Masyarakat Kabupaten Pidie, Ia mengajak menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas daerah serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau ajakan yang berpotensi memicu perpecahan.

Menurut Rusli, perdamaian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat Aceh. Situasi yang aman dan kondusif memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan di berbagai bidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Rekan – rekan Exs Kombatan dan masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, terutama melalui jaringan komunikasi dan media sosial. Informasi yang beredar cepat tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat, kata dia, perlu bersikap tenang dan kritis agar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Rusli juga mengingatkan agar segala bentuk provokasi tidak dijadikan alasan untuk membuka kembali ruang konflik. Menurut dia, baik informasi maupun ajakan yang berasal dari dalam maupun luar negeri tidak seharusnya memengaruhi masyarakat hingga mengganggu stabilitas Aceh.

“Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian inti seruannya kepada masyarakat.

Bagi Rusli, menjaga perdamaian bukan semata-mata tugas pemerintah atau kelompok tertentu. Perdamaian merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Aceh. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum memiliki peran dalam mempertahankan suasana yang aman dan saling menghormati.

Stabilitas daerah juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan. Keamanan menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, memperoleh pendidikan, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan. Sebaliknya, konflik dan ketegangan sosial hanya akan mempersempit ruang gerak masyarakat serta menghambat pembangunan.

Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan tidak diselesaikan dengan cara-cara yang dapat memperuncing keadaan. Perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang dapat terjadi dalam kehidupan sosial. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.

Seruan eks kombatan GAM dari Pidie tersebut sekaligus menempatkan perdamaian sebagai kepentingan bersama. Setelah melalui perjalanan panjang, suasana damai yang kini dirasakan masyarakat dinilai terlalu berharga untuk dipertaruhkan oleh provokasi atau informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan ruang bagi narasi yang dapat memperlebar perbedaan dan menciptakan keresahan. Sikap saling menghormati, menahan diri, serta mengutamakan penyelesaian secara damai dinilai lebih penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang.

Pesan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: perdamaian harus dirawat secara bersama-sama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau kelompok tertentu. Keberlangsungannya bergantung pada kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, menolak provokasi, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.

Rusli menegaskan, situasi damai yang selama ini dirasakan masyarakat merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus dijaga tanpa terkecuali. Perdamaian bukan sekadar keadaan tanpa konflik, melainkan ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dengan menjaga persatuan dan stabilitas, masyarakat Aceh memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadapi berbagai tantangan tanpa harus mengorbankan perdamaian yang telah terbangun. Bagi generasi sekarang dan yang akan datang, menjaga perdamaian berarti menjaga pula kesempatan untuk membangun Aceh yang aman, maju, dan sejahtera. (*) 

Berita Terkait

Ketua APPI Aceh Utara Desak Penyelidikan Transparan Insiden Penembakan di Tiro Pidie yang Tewaskan Warga
Bentrokan di Acara Maulid di Pidie Tewaskan Satu Warga, Diduga Terkait Pengibaran Bendera Bintang Bulan
Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih
Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan
Panglima Jilah Gandeng Habib Abu Djibril Basyaiban, Sinergi Doa dan Aksi untuk Menanggulangi Karhutla di Kalimantan
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Janggal! Ditangkap di Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie, Akmaluddin Disebut Bebas dan Jalani Peusijuek di Rumah

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Berita Terbaru