HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:52 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PIDIE — Komitmen menjaga perdamaian di Aceh kembali disuarakan salah satu tokoh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Kabupaten Pidie, Rusli alias Nagoya. Dalam sambutan pada Acara Bimbingan Tehnik dan Doa bersama peringatan Hari Damai Aceh dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81, yang dihadiri sekitar ratusan Exs Kombtan GAM dan Masyarakat Kabupaten Pidie, Ia mengajak menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas daerah serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau ajakan yang berpotensi memicu perpecahan.

Menurut Rusli, perdamaian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat Aceh. Situasi yang aman dan kondusif memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan di berbagai bidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Rekan – rekan Exs Kombatan dan masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, terutama melalui jaringan komunikasi dan media sosial. Informasi yang beredar cepat tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat, kata dia, perlu bersikap tenang dan kritis agar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Rusli juga mengingatkan agar segala bentuk provokasi tidak dijadikan alasan untuk membuka kembali ruang konflik. Menurut dia, baik informasi maupun ajakan yang berasal dari dalam maupun luar negeri tidak seharusnya memengaruhi masyarakat hingga mengganggu stabilitas Aceh.

“Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian inti seruannya kepada masyarakat.

Bagi Rusli, menjaga perdamaian bukan semata-mata tugas pemerintah atau kelompok tertentu. Perdamaian merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Aceh. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum memiliki peran dalam mempertahankan suasana yang aman dan saling menghormati.

Stabilitas daerah juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan. Keamanan menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, memperoleh pendidikan, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan. Sebaliknya, konflik dan ketegangan sosial hanya akan mempersempit ruang gerak masyarakat serta menghambat pembangunan.

Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan tidak diselesaikan dengan cara-cara yang dapat memperuncing keadaan. Perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang dapat terjadi dalam kehidupan sosial. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.

Seruan eks kombatan GAM dari Pidie tersebut sekaligus menempatkan perdamaian sebagai kepentingan bersama. Setelah melalui perjalanan panjang, suasana damai yang kini dirasakan masyarakat dinilai terlalu berharga untuk dipertaruhkan oleh provokasi atau informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan ruang bagi narasi yang dapat memperlebar perbedaan dan menciptakan keresahan. Sikap saling menghormati, menahan diri, serta mengutamakan penyelesaian secara damai dinilai lebih penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang.

Pesan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: perdamaian harus dirawat secara bersama-sama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau kelompok tertentu. Keberlangsungannya bergantung pada kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, menolak provokasi, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.

Rusli menegaskan, situasi damai yang selama ini dirasakan masyarakat merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus dijaga tanpa terkecuali. Perdamaian bukan sekadar keadaan tanpa konflik, melainkan ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dengan menjaga persatuan dan stabilitas, masyarakat Aceh memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadapi berbagai tantangan tanpa harus mengorbankan perdamaian yang telah terbangun. Bagi generasi sekarang dan yang akan datang, menjaga perdamaian berarti menjaga pula kesempatan untuk membangun Aceh yang aman, maju, dan sejahtera. (*) 

Berita Terkait

Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas
Banjir Kembali Mengancam Kampung Agusen, BPBD Gayo Lues Dirikan Empat Tenda Darurat
BPBD Gayo Lues Siapkan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pekerjaan Ditargetkan Mulai 19 Oktober
Ada Apa Dengan PWI Aceh …?
Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor
Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang
Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru