HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

MAN 1 Pidie Kembali Berprestasi di Tingkat Internasional, Dua Siswa Raih Juara 3 WRCC

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:55 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE. BARANEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 1 Pidie. Askia Humaira dan Habibi Azzarrar berhasil meraih Juara 3 dalam ajang World Robotic Competition Center (WRCC) yang berlangsung di University Putra Malaysia (UPM), Selangor, Malaysia, 11–12 Agustus 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti sekitar 1.257 peserta dari berbagai negara di Asia. Di tengah persaingan ketat, kedua siswa MAN 1 Pidie berhasil membawa nama Pidie, Aceh, dan Indonesia ke jajaran tiga besar.

Kepala MAN 1 Pidie, Muhammad Thaifuri, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu membuktikan bahwa siswa madrasah dari daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah ketatnya persaingan dari berbagai negara, kedua siswa kita mampu menunjukkan keunggulan dalam bidang programming, desain mekanik, dan kontrol robotik hingga berhasil menembus podium juara,” ujar Thaifuri

Pelatih Safri Ali, M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan konsistensi kedua siswa selama mengikuti kompetisi. Capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan, disiplin, serta kemampuan mereka dalam mengembangkan solusi robotik di tengah persaingan internasional.

Alhamdulillah, Askia dan Habibi mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan latihan, kerja keras, dan semangat belajar, siswa Aceh mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Safri Ali

Sebelum tampil di Malaysia, Askia dan Habibi telah melalui seleksi internal serta memiliki pengalaman di berbagai kompetisi robotik tingkat nasional. Keduanya juga mendapat pendampingan dari pelatih Safri Ali, yang sebelumnya meraih sejumlah prestasi dalam ajang robotik, termasuk World Robotic Peace (WRP) pada Juni 2026.

Dalam kompetisi WRCC, keduanya menampilkan robot dengan sistem kontrol cerdas yang mampu beradaptasi dengan berbagai skenario pertandingan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan mereka meraih apresiasi dewan juri dan posisi ketiga.

Selain menjadi ajang kompetisi teknologi, WRCC juga memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan membangun jejaring internasional.
Prestasi tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Pidie serta berbagai tokoh daerah.

Keberhasilan Askia dan Habibi diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa siswa dari daerah mampu berprestasi di panggung internasional.

Juara 3 bukan akhir, melainkan pijakan bagi kedua siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat peran madrasah dalam melahirkan generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. (*) 

Berita Terkait

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?
Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama
Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan
Impunitas di Balik Seragam: Keadilan yang Terampas dalam Kasus Andrie Yunus
Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas
Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal
Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

Impunitas di Balik Seragam: Keadilan yang Terampas dalam Kasus Andrie Yunus

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB