Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi Selatan Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:02 WIB

50579 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Tragedi udara kembali menimpa dunia penerbangan nasional. Sebuah pesawat turboprop jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Kamis, 17 Januari 2026.

Pesawat yang dikomandani oleh Kapten Andy Dahananto itu membawa 11 orang—terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang yang diketahui merupakan staf dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ironisnya, sebelum kecelakaan terjadi, pesawat tersebut baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan di wilayah  Gayo Lues, Aceh. Dalam misi tersebut, pesawat membantu mendistribusikan bantuan logistik ke daerah terpencil yang terisolasi akibat bencana alam. Rute ke Sulawesi merupakan bagian dari jadwal operasional setelah pesawat menyelesaikan tugas di ujung barat Nusantara.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa PK-THT lepas landas dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar. Kontak terakhir dengan menara pengawas tercatat pukul 13.17 WITA, sesaat sebelum pesawat dilaporkan hilang dari radar. Saat itu kondisi cuaca di sekitar wilayah udara Sulawesi Selatan tergolong buruk, dengan kepulan awan tebal menutupi jalur penerbangan di sekitar wilayah pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri segera dikerahkan setelah pesawat dinyatakan hilang. Operasi pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga puing-puing badan pesawat ditemukan di medan terjal, sekitar 500 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung. Tim pencari menghadapi tantangan berat akibat kontur wilayah yang curam dan cuaca yang berubah cepat. Beberapa korban telah ditemukan, namun proses evakuasi dan identifikasi masih terus dilakukan oleh tim medis di Makassar.

Sementara itu, penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan tengah dilakukan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mengamankan kotak hitam pesawat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi menjelang pesawat menghantam lereng gunung. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yaitu kondisi ketika pesawat dalam kendali penuh pilot namun terbang ke arah permukaan tanah karena visibilitas yang rendah atau gangguan navigasi.

Beberapa laporan yang beredar menyebut adanya gangguan teknis pada pesawat sehari sebelum kecelakaan. Namun otoritas penerbangan sebelumnya menyatakan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin dan dinyatakan layak terbang oleh inspektur teknis IAT maupun regulator. Meski demikian, kepastian mengenai aspek teknis dan keselamatan baru akan disampaikan secara resmi setelah KNKT merampungkan analisis dari data rekaman penerbangan dan suara kokpit.

Kecelakaan ini menyisakan duka yang mendalam, terutama karena latar belakang misi terakhir pesawat yang sarat nilai kemanusiaan. Setelah membantu daerah-daerah terpencil di Aceh, pesawat tersebut menjadi simbol pengabdian di tengah medan yang tidak mudah dijangkau. Kehilangan awak dan penumpangnya menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para pekerja kemanusiaan dan awak penerbangan dalam menjalankan tugas mereka.

Hingga kini suasana duka menyelimuti posko di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tempat di mana keluarga korban menanti kabar dengan harap cemas. Pemerintah berjanji memberikan perhatian maksimal, baik dalam hal penanganan korban maupun penuntasan penyebab kecelakaan. Misi kemanusiaan yang dijalani PK-THT telah berakhir dalam kepedihan, namun dedikasi mereka tetap menjadi bagian dari kisah tak tergantikan dalam sejarah pengabdian kepada negeri. (red)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Landa Desa Kute Bakti, 13 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 
Uji Nyali di Atas Kabel, Kepala Dinas Damkar Gayo Lues Pastikan Jembatan Sementara Rampung 2 Hari
Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Banjir dan Material Pasir Terjang Kampung Pertik, Akses Terbatas, 13 Rumah Warga Rusak
Foto Terakhir dan Kronologi Penemuan, Tabir Kematian dr Shanti Hastuti Masih Diselidiki
Tahap II Bantuan Sapi Untuk Hari Raya Idul Fitri Rp. 4,3 Milyar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru