BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Sejumlah Daerah, Warga Dihimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 23:38 WIB

50286 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir di sejumlah wilayah Indonesia. Data terkini dihimpun sejak Sabtu (6/12) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (7/12) pukul 07.00 WIB, mencakup kejadian banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dipicu curah hujan tinggi.

Pelaporan baru pertama datang dari Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, di mana hujan lebat menyebabkan banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Bencana tersebut berdampak pada 413 kepala keluarga (KK) atau 1.224 jiwa, dengan 150 jiwa di antaranya harus mengungsi. Kerusakan juga terjadi pada 316 unit rumah, tiga fasilitas ibadah, dan dua fasilitas pendidikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah melakukan langkah cepat berupa evakuasi korban serta distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak sejak Sabtu siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor, masih di wilayah Jawa Barat, akibat curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Kali Cibagolo. Banjir melanda tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Pasir Jambu di Kecamatan Sukaraja, serta Desa Pakansari dan Kelurahan Tengah di Kecamatan Cibinong. Sebanyak 89 KK (160 jiwa) terdampak, dengan dua KK atau delapan jiwa mengungsi. Sebanyak 89 unit rumah terendam banjir. BPBD setempat telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan aparat kecamatan serta desa.

Bencana juga menerjang Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, pada hari yang sama. Hujan dengan intensitas tinggi menimbulkan banjir di empat desa yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Desa Sugihmanik dan Desa Ringinpitu di Kecamatan Tanggungharjo, serta Desa Medani dan Desa Kejawan di Kecamatan Tegowanu. Sebanyak 80 KK terdampak, sementara kerusakan mencakup 80 unit rumah, jebolnya pintu air KB1, dan tiga akses jalan yang terdampak luapan air sungai. Data mengenai kerusakan lahan pertanian masih dalam proses pendataan.

Sementara di Kabupaten Jember, Jawa Timur, banjir melanda Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Banjir dipicu naiknya debit sungai setelah hujan lebat yang terjadi sepanjang Sabtu (6/12). Peristiwa ini mengakibatkan 85 KK atau 255 jiwa terdampak, dengan 85 rumah tergenang. BPBD Jember bersama Muspika dan perangkat desa telah melakukan pembersihan rumah-rumah warga serta menyusun agenda kerja bakti lanjutan.

Selain itu, BNPB bersama pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga masih melakukan penanganan darurat secara intensif di tiga provinsi utama terdampak bencana skala besar: Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Ketiga wilayah ini tengah mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor sejak akhir November lalu, dan saat ini masih dalam status tanggap darurat.

Menyikapi situasi cuaca yang masih dinamis dan potensi bencana yang meningkat seiring masuknya puncak musim hujan, BNPB kembali mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bahaya hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Masyarakat di wilayah berisiko diminta untuk aktif memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta peringatan dini dari BPBD setempat, dan meningkatkan kesiapsiagaan berbasis komunitas. Warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau daerah lereng diminta memperhatikan kondisi alam sekitar, seperti perubahan warna air, suara gemuruh, atau retakan tanah yang bisa menjadi tanda awal potensi bencana.

BNPB juga mengingatkan pentingnya rencana evakuasi keluarga, disertai penyediaan tas siaga yang memuat kebutuhan dasar. Koordinasi antardesa dan antarwarga di wilayah hulu-hilir juga diharapkan semakin diperkuat untuk mendeteksi secara dini perubahan cuaca ekstrem dan mencegah risiko jatuhnya korban jiwa.

Pemetaan dan asesmen risiko, mitigasi berbasis komunitas, dan edukasi kebencanaan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya sistematis membangun ketangguhan masyarakat di tengah eskalasi bencana-bencana hidrometeorologi yang cenderung meningkat akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan. (*)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Landa Desa Kute Bakti, 13 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 
Uji Nyali di Atas Kabel, Kepala Dinas Damkar Gayo Lues Pastikan Jembatan Sementara Rampung 2 Hari
Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Banjir dan Material Pasir Terjang Kampung Pertik, Akses Terbatas, 13 Rumah Warga Rusak
Foto Terakhir dan Kronologi Penemuan, Tabir Kematian dr Shanti Hastuti Masih Diselidiki
Tahap II Bantuan Sapi Untuk Hari Raya Idul Fitri Rp. 4,3 Milyar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru