Papua Tengah – Dua dari tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang dilaporkan terjebak akibat longsor di area tambang bawah tanah Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, sejak Senin (8/9/2025), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya dievakuasi pada Sabtu (20/9) pagi sekitar pukul 08.45 WIT.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh PT Freeport Indonesia melalui keterangan resminya. “Kami mengevakuasi dua jenazah yang ditemukan pagi ini. Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban,” ujar Katri Krisnati, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia.
Kepolisian Resor Mimika juga telah mengidentifikasi identitas kedua korban. Mereka adalah Irawan (47) asal Cilacap dan Wigih Hartono (37) asal Tulungagung. “Saat ini jenazah sedang dalam proses visum dan akan disalatkan. Hari ini juga, keduanya akan dipulangkan ke rumah duka masing-masing,” kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi saat ditemukan, menurut polisi, kedua korban tidak berada dalam kapsul penyelamat. Mereka tertimbun material longsoran lumpur basah atau wet muck. Belum ada keterangan resmi dari Freeport terkait lokasi pastinya kedua korban tersebut ditemukan.
Lima orang karyawan lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi terkendala oleh besarnya volume material longsor dan kondisi akses yang tertutup total. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, sebelumnya menyebut bahwa jumlah material longsoran jauh di luar perkiraan dan masih berpotensi bergerak, sehingga upaya evakuasi berlangsung sangat hati-hati.
“Material yang turun jauh lebih banyak dari yang kita perkirakan. Ini perlu waktu dan penanganan ekstra karena masih ada pergerakan lumpur,” ujar Tony, Kamis (11/9).
Tim tanggap darurat Freeport terus bekerja menggunakan alat berat, bor, dan drone untuk mencari korban yang belum ditemukan. Untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga, perusahaan juga dikabarkan telah mendatangkan anggota keluarga korban ke lokasi.
PT Freeport saat ini menghentikan seluruh operasi tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave sejak insiden terjadi pada Senin malam (8/9) sekitar pukul 22.00 WIT. Seluruh pekerja lainnya telah dipastikan dalam kondisi aman.
“Kami akan terus lanjutkan pencarian dan penyelamatan dengan segala upaya. Fokus kami adalah keselamatan para rekan kami yang masih terjebak,” tegas Katri.
Dari Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan telah mengirim tim langsung ke Tembagapura untuk mengecek situasi di lapangan. Ia juga menyatakan telah menerima laporan langsung dari pihak Freeport mengenai perkembangan terkini.
“Tim kami dari Kementerian sudah di lokasi untuk melakukan pengecekan langsung atas insiden ini,” ujar Bahlil.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan proses pencarian lima karyawan lainnya akan rampung, namun tim penyelamat masih terus bekerja tanpa henti.



































































