Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Langit Indonesia pada 7 September 2025

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 20:12 WIB

501,004 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Langit malam Indonesia akan dihiasi fenomena alam langka yang kerap disebut “bulan merah darah”. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa gerhana bulan total akan terjadi pada Minggu dini hari, 7 September 2025, dan dapat disaksikan dari berbagai wilayah di tanah air.

Gerhana bulan total berlangsung ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Cahaya matahari yang seharusnya mengenai bulan akan tertutup oleh bumi. Namun, sebagian cahaya matahari tetap sampai ke bulan setelah melewati atmosfer bumi. Proses ini menyebabkan cahaya biru terhambur, sementara cahaya merah terus menembus hingga akhirnya membuat bulan tampak berwarna kemerahan. Fenomena ini dikenal luas dengan istilah blood moon.

BMKG mencatat, gerhana total akan mulai terlihat pada pukul 00.30 WIB dan mencapai puncaknya sebelum berakhir pada 01.53 WIB. Secara keseluruhan, proses gerhana bulan kali ini akan berlangsung selama satu jam 23 menit, termasuk fase penumbra dan sebagian. Selama periode itu, masyarakat dapat menyaksikan bulan perlahan berubah dari purnama terang menjadi kemerahan, lalu kembali ke bentuk semula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang. “Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan total bisa disaksikan tanpa alat pelindung. Namun, untuk memperjelas detail, masyarakat bisa menggunakan teleskop atau teropong,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Untuk memperluas akses masyarakat, BMKG menyiapkan dua titik pengamatan utama, yakni di Stasiun Meteorologi Komodo, Labuan Bajo, dan Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru. Kegiatan pengamatan akan digelar pukul 19.00 hingga 21.30 WITA dan terbuka gratis bagi publik. Pengunjung yang hadir juga berkesempatan mendapatkan souvenir khusus dari BMKG.

Bagi masyarakat yang tidak dapat datang langsung, BMKG menyiapkan siaran langsung melalui situs resmi gerhana.bmkg.go.id. Dengan demikian, siapa pun dapat menyaksikan gerhana bulan total ini dari layar gawai maupun komputer.

Fenomena ini bukan sekadar tontonan langit, melainkan juga peluang edukasi. Menurut BMKG, gerhana bulan total dapat menjadi momen mengenalkan sains astronomi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Di balik pesona visualnya, peristiwa ini juga menjadi pengingat betapa dinamisnya sistem tata surya tempat manusia hidup.

Gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi kembali beberapa tahun mendatang. Karena itu, peristiwa langka pada September ini menjadi kesempatan berharga untuk menengadah ke langit dan merasakan salah satu keajaiban alam semesta.

Fenomena ini juga seakan mengingatkan manusia bahwa langit bukan sekadar latar belakang malam hari, melainkan ruang kosmik yang terus bergerak, penuh misteri, dan menyimpan pelajaran tentang keterhubungan bumi dengan jagat raya. (*)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Landa Desa Kute Bakti, 13 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 
Uji Nyali di Atas Kabel, Kepala Dinas Damkar Gayo Lues Pastikan Jembatan Sementara Rampung 2 Hari
Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Banjir dan Material Pasir Terjang Kampung Pertik, Akses Terbatas, 13 Rumah Warga Rusak
Foto Terakhir dan Kronologi Penemuan, Tabir Kematian dr Shanti Hastuti Masih Diselidiki
Tahap II Bantuan Sapi Untuk Hari Raya Idul Fitri Rp. 4,3 Milyar

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru