HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

2 Karyawan Freeport Ditemukan Tewas di Tambang Bawah Tanah, 5 Lainnya Masih Hilang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 03:52 WIB

50389 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Tengah – Dua dari tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang dilaporkan terjebak akibat longsor di area tambang bawah tanah Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, sejak Senin (8/9/2025), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya dievakuasi pada Sabtu (20/9) pagi sekitar pukul 08.45 WIT.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh PT Freeport Indonesia melalui keterangan resminya. “Kami mengevakuasi dua jenazah yang ditemukan pagi ini. Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban,” ujar Katri Krisnati, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia.

Kepolisian Resor Mimika juga telah mengidentifikasi identitas kedua korban. Mereka adalah Irawan (47) asal Cilacap dan Wigih Hartono (37) asal Tulungagung. “Saat ini jenazah sedang dalam proses visum dan akan disalatkan. Hari ini juga, keduanya akan dipulangkan ke rumah duka masing-masing,” kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi saat ditemukan, menurut polisi, kedua korban tidak berada dalam kapsul penyelamat. Mereka tertimbun material longsoran lumpur basah atau wet muck. Belum ada keterangan resmi dari Freeport terkait lokasi pastinya kedua korban tersebut ditemukan.

Lima orang karyawan lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi terkendala oleh besarnya volume material longsor dan kondisi akses yang tertutup total. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, sebelumnya menyebut bahwa jumlah material longsoran jauh di luar perkiraan dan masih berpotensi bergerak, sehingga upaya evakuasi berlangsung sangat hati-hati.

“Material yang turun jauh lebih banyak dari yang kita perkirakan. Ini perlu waktu dan penanganan ekstra karena masih ada pergerakan lumpur,” ujar Tony, Kamis (11/9).

Tim tanggap darurat Freeport terus bekerja menggunakan alat berat, bor, dan drone untuk mencari korban yang belum ditemukan. Untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga, perusahaan juga dikabarkan telah mendatangkan anggota keluarga korban ke lokasi.

PT Freeport saat ini menghentikan seluruh operasi tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave sejak insiden terjadi pada Senin malam (8/9) sekitar pukul 22.00 WIT. Seluruh pekerja lainnya telah dipastikan dalam kondisi aman.

“Kami akan terus lanjutkan pencarian dan penyelamatan dengan segala upaya. Fokus kami adalah keselamatan para rekan kami yang masih terjebak,” tegas Katri.

Dari Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan telah mengirim tim langsung ke Tembagapura untuk mengecek situasi di lapangan. Ia juga menyatakan telah menerima laporan langsung dari pihak Freeport mengenai perkembangan terkini.

“Tim kami dari Kementerian sudah di lokasi untuk melakukan pengecekan langsung atas insiden ini,” ujar Bahlil.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan proses pencarian lima karyawan lainnya akan rampung, namun tim penyelamat masih terus bekerja tanpa henti.

Berita Terkait

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla
Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB