GAYO LUES | Hujan deras yang turun pada Selasa malam, 16 Juni 2026, kembali memicu bencana tanah longsor di ruas jalan nasional kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Sekitar pukul 21.42 WIB, longsoran dari lereng gunung yang curam menimpa badan jalan yang membelah kawasan pegunungan tersebut. Material tanah, batu, dan pepohonan menutupi jalur utama, sehingga akses kendaraan terhambat dan warga di sekitar lokasi dihimbau lebih berhati-hati.
Jalur nasional yang berlokasi di tepi lereng curam tersebut memang dikenal rawan longsor, terutama saat musim hujan tiba. Setelah banjir bandang besar yang terjadi pada Oktober 2025, perbaikan jalur dilakukan secara bertahap, namun ancaman pergerakan tanah masih terus menghantui. Letak sungai yang berada jauh di bawah lembah tidak menjadi penyebab langsung, melainkan struktur tanah di tebing yang rentan terdorong air hujan dengan volume besar.
Mendapat laporan adanya longsor, PT Hutama Karya (HK) segera mengerahkan tim tanggap darurat. Dua unit ekskavator Zoomlion, masing-masing dioperasikan oleh Ajai (alat nomor 14) dan Siombing (alat nomor 15, milik Pak Salim), malam itu juga langsung bergerak ke titik longsoran. Di bawah komando petugas lapangan, para operator bekerja tanpa henti sejak malam hingga dini hari, berupaya membersihkan material yang menghalangi jalan. Upaya ini menjadi bagian penting agar akses bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan darurat dan distribusi kebutuhan pokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi di lapangan penuh tantangan. Tanah yang masih basah dan kontur lereng yang curam membuat pekerjaan berjalan ekstra hati-hati demi keamanan operator dan tim di lokasi. Dengan bantuan cahaya lampu kendaraan dan koordinasi antarpetugas, proses pembersihan tanah dan batu terus berlangsung di tengah gelap dan gerimis yang belum mereda sepenuhnya.
Hingga pagi menjelang, PT HK masih melanjutkan operasi pembersihan untuk mempercepat normalisasi jalur. Aparat, petugas relawan, serta masyarakat sekitar juga terlibat dalam penanganan darurat, mengatur lalu lintas dan memberi bantuan logistik bagi pengendara yang sempat tertahan. Imbauan terus diberikan agar warga Kabupaten Gayo Lues yang harus melintas di jalur ini berhati-hati dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi longsor susulan masih terbuka selama hujan terus mengguyur kawasan.
Kerja keras tim di tengah malam menjadi bukti nyata respons cepat dan koordinasi dalam menghadapi ancaman bencana di garis depan. Namun demikian, peristiwa longsor di sepanjang lereng Tetumpun kembali menegaskan perlunya penanganan jangka panjang dan penguatan infrastruktur, agar keamanan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga di masa mendatang. Dalam suasana prihatin, warga berharap upaya bersama ini dapat membuahkan hasil dan mengurangi kecemasan ketika musim hujan datang silih berganti. (RED)



































































