slot preparation.lsrs.lu

Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:14 WIB

50450 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah membuka diri terhadap segala bentuk bantuan yang datang dari berbagai pihak dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Kepala Negara, bantuan baik dari dalam maupun luar negeri tetap diterima selama memenuhi prosedur dan disalurkan melalui mekanisme resmi.

“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita, jelas sebagai manusia, masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas,” ujar Presiden usai melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak yang menilai pemerintah membatasi bantuan karena belum menetapkan status bencana nasional. Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti pemerintah mengurangi skala penanganan atau menutup ruang partisipasi dari pihak lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau saya mengatakan kita belum mau nyatakan bencana nasional, tidak berarti kita akan tanggung dalam upaya kita. Kita tidak tanggung-tanggung,” tegasnya.

Presiden memastikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk mendukung penanganan bencana di Sumatra. Dalam waktu satu bulan terakhir, berbagai kementerian dan lembaga telah mengerahkan sumber daya untuk membantu rehabilitasi dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.

“Pemerintah memandang penanganan bencana ini sebagai persoalan yang sangat serius,” kata Prabowo.

Sebagai bentuk transparansi, ia menyampaikan bahwa siapa pun yang ingin menyumbang disarankan mengirim surat resmi kepada pemerintah pusat. Bantuan tersebut akan difasilitasi dan disalurkan melalui jalur resmi agar tepat sasaran serta akuntabel.

“Kalau ada pihak yang mau beri sumbangan, silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini, nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan,” ujarnya.

Presiden juga menyebut sejumlah komunitas telah menyatakan niat membantu, termasuk diaspora dari Aceh, Sumut, dan Sumbar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah, ujarnya, akan memfasilitasi pengelolaan bantuan tersebut untuk memastikan kehadirannya berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita tidak menolak bantuan. Hanya, mekanisme dan prosedurnya harus jelas. Dan harus ikhlas,” kata Prabowo menekankan.

Lebih lanjut, Presiden menanggapi dugaan bahwa belum ditetapkannya status bencana nasional sebagai bentuk pengabaian oleh pemerintah. Menurutnya, hal tersebut murni keputusan teknis dengan mempertimbangkan kapasitas nasional yang dinilai masih mampu menangani dampak bencana di tiga provinsi tersebut, tanpa perlu melibatkan seluruh perangkat negara.

“Kalau siapa pun yang mau bantu, masa kita tolak? Bodoh sekali kalau kita tolak,” ucapnya.

Presiden menutup pernyataannya dengan ajakan untuk fokus bekerja, menyalurkan bantuan secara tertib, dan tetap menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk hadir sepenuhnya di tengah rakyat dan menghimpun seluruh kekuatan untuk meringankan beban warga terdampak bencana. (*)

Berita Terkait

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah
Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran
Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka
Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:04 WIB

DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan

Kamis, 5 November 2026 - 11:29 WIB

Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Berita Terbaru