Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Pemimpin Korup di Indonesia Agar Worning Bagi Pemimpin Korupsi!!

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:16 WIB

50248 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sejak dahulu kala pribahasa sudah mengklaim tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, pribahasa ini hingga kini seperti masih berlaku dan kiranya sangat perlu segera diwujudkan Yth Bapak Haji Prabowo Subianto untuk menimbulkan mewujud nyatakan sangsi bagi pelaku korup di Indonesia apa itu program unggulan negara China yang perlu diadopsi kopy faste negara Indonesia adalah memberantas korup yang bila diberlakukan akan menimbulkan efek jera adalah sanksi dinegara China vonis mati bukan lainnya pasti manjur obat paten untuk kasus korup pelakunya dimasa datang bukan hanya berkurang bahkan mungkin tidak akan ada dengan tentunya ada klasifikasi angka yang dikorupsi tentunya buat UUD baru “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia menjawab materi perganyaan para pimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai Koalisi Rakyat Indonesia dibilangan cinantung jakarta 4/6/2026 via telpon selulernya.

Polemik di posisi jabatan penting BGN yang lemah pengawasan menciptakan lorong lorong baru untuk banyak tikus menari berdansa menikmati korupsi karena fasilitas negara.

Itulah FAKTA dalam semua alur di lembaga yang di bawah naungan negara. Lemah pengawasan dan dibiarkan tikus tikus membuat permainan di lorong lorong dan mengatur korupsi dengan memperkaya diri. Dari atas sampai bawahan seirama dan saling menindas. Kalau tidak seirama maka di geser.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belajar dari Negara China yang fokus dan serius memberantas korupsi. Setiap rekening gendut bisa dibuka untuk penegak hukum dan di telusuri. Tidak ada yang dilewatkan dalam pengawasan ketat. Juga pengawasan di lapangan yang sering menjadi ajang kesempatan dalam sogok menyogok selalu dalam pemantauan serius pihak resmi penegak hukum mengawasi dimana saja. Maka tikus tikus di alur korupsi mendapatkan lawan yang serius dan terjerat hukum dengan cepat.

Mengapa Negara China bisa berhasil memberantas korupsi karena APHnya khusus dan memiliki kemampuan besar membuka semua permainan catur koruptor dan tidak bisa di intimidasi pejabat lainnya.

Itulah kekurangan yang ada di INDONESIA. Penegakkan hukum banyak mengalami di intervensi dari oknum pejabat lainnya. Sehingga lemahnya petugas anti korupsi di Indonesia akibat tawar menawar karena kepentingan pejabat dan politik.

Persoalan korupsi tidak akan selesai bila sayap kanan negara saja yang kuat menciptakan bersih korupsi. Tetapi sayap kiri negara malah bermain kotor menggunakan jabatannya membentuk jaringan tikus dan menari berdansa membuka ruang korupsi di lorong tikus.

Bukan cerita Hoax bahwa banyak oknum menggunakan jabatannya untuk mengintervensi para APH untuk menutupi lorong lorong tikus. Padahal kalau di buka rekening yang mencurigakan milik para oknum pejabat yang terlibat korupsi pasti bikin tercengang yang melihatnya. Mengapa rekening gendut tidak di bongkar APH karena berlapis lapis yang menutupinya.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Meminta Negara Indonesia untuk belajar dari china memberantas korupasi dari akar sampai pucuknya. Tidak ada ruang aman bagi koruptor.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH

Berita Terkait

Operasi Besar Ditres Siber Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berbasis Aplikasi
Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan
Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional
Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru