Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:05 WIB

50485 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS |  Kepastian mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya terungkap setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Media pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang menyasar kantornya di Teheran. Kabar duka ini disampaikan pada Minggu (1/3), mengakhiri spekulasi yang beredar sejak serangan terjadi.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, kematian Khamenei disebut sebagai pengorbanan seorang pemimpin yang tetap berada di tengah rakyatnya hingga akhir hayat. Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan kejahatan besar yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Kabinet Iran pun menjanjikan aksi pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi mereka.

Kematian Khamenei juga dikonfirmasi oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang menyebut beliau wafat sebagai martir saat menjalankan tugas di kantornya. Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucunya, turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Di jajaran militer, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani juga dilaporkan tewas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi itu menargetkan berbagai kota besar di Iran, seperti Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan ibu kota Teheran. Citra satelit memperlihatkan kerusakan parah di kompleks kediaman Khamenei, dengan bangunan yang menghitam dan puing-puing berserakan. Ledakan juga terdengar di sekitar Jomhouri Square dan Hassan Abad Square, menambah kepanikan warga yang bergegas mencari perlindungan.

Menurut laporan Bulan Sabit Merah Iran, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Serangan juga menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, wilayah selatan Iran, yang menewaskan sedikitnya 85 orang. Selain itu, 24 dari 31 provinsi di Iran dilaporkan terkena dampak serangan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui media sosial. Ia menyebut operasi militer besar-besaran ini sebagai bentuk keadilan bagi rakyat Iran dan Amerika, serta menyerukan rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka. Trump juga menawarkan imunitas bagi anggota pasukan keamanan Iran yang bersedia meletakkan senjata, sembari memperingatkan bahwa perlawanan akan berujung pada kematian.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa operasi gabungan ini bertujuan menyingkirkan rezim teroris di Iran. Ia juga menyerukan seluruh kelompok masyarakat Iran untuk melepaskan diri dari tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan damai.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan ke berbagai lokasi di Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terjadi di Hotel Fairmont The Palm di Dubai, Pangkalan Udara al Udeid di Qatar, dan pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain. Di Kuwait, sebuah drone menargetkan bandara internasional, sementara di Yordania, dua rudal balistik berhasil ditembak jatuh. Israel juga melaporkan gelombang rudal Iran yang memicu sirene serangan udara di berbagai wilayah.

Situasi di Iran semakin tegang setelah kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, akan ditutup. Kapal-kapal yang melintasi selat tersebut telah menerima peringatan dari IRGC untuk tidak melanjutkan perjalanan. Penutupan Selat Hormuz dikhawatirkan akan berdampak besar pada pasokan minyak dan gas global.

Di tengah kekacauan ini, proses suksesi kepemimpinan di Iran menjadi sorotan. Menurut konstitusi, pengganti Khamenei harus dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan yang terdiri dari 88 ulama. Namun, menghimpun seluruh anggota majelis di tengah situasi keamanan yang genting diperkirakan akan sulit. Untuk sementara waktu, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi akan diambil alih oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, dan seorang ulama anggota Dewan Garda.

Reaksi masyarakat Iran terhadap serangan ini beragam. Sebagian warga dilanda kepanikan dan duka, sementara sebagian lainnya justru menyambut serangan tersebut sebagai peluang untuk perubahan rezim. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berlarian panik di sekitar lokasi ledakan, namun juga ada yang merayakan serangan dengan harapan akan lahirnya Iran yang baru.

Di tingkat internasional, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer di Timur Tengah dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog dan, jika disetujui kedua belah pihak, bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi. Pemerintah Indonesia juga mengimbau warga negara Indonesia di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Serangan besar-besaran ini terjadi di tengah proses diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat yang belum membuahkan hasil. Putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara kedua negara di Jenewa dua hari sebelum serangan berlangsung tanpa terobosan berarti. Sebelumnya, lima putaran perundingan pada tahun 2025 juga gagal mencapai kemajuan, dan putaran keenam dibatalkan setelah Israel melancarkan serangan mendadak yang memicu konflik selama 12 hari.

Dengan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Iran kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian. Masa berkabung nasional selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional telah diumumkan, sementara dunia menanti langkah selanjutnya dari negara yang selama puluhan tahun menjadi salah satu kekuatan utama di Timur Tengah. (*)

Berita Terkait

Kunjungan Delegasi PBB ke Aceh Picu Sorotan Dunia: Aspirasi Kemerdekaan dan Potensi Referendum Mencuat
Operasi Besar Ditres Siber Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berbasis Aplikasi
Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Pemimpin Korup di Indonesia Agar Worning Bagi Pemimpin Korupsi!!
Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru