slot preparation.lsrs.lu

Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Kunjungi Seluruh Daerah Terdampak Banjir di Sumatra

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 01:47 WIB

50338 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatra yang hingga kini belum sempat ia kunjungi secara langsung. Hal ini disampaikan Presiden dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), di tengah agenda peninjauan penanganan pascabencana dan pembangunan hunian sementara bagi korban terdampak.

“Saya tahu bahwa saya mendapat laporan dari beberapa pihak, dari Mendagri, dari gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, ‘Kok Presiden belum sampai?’. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujar Prabowo di hadapan warga dan pejabat yang hadir dalam kegiatan lapangan tersebut.

Presiden menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi alasan utama dirinya belum bisa menjangkau seluruh lokasi terdampak bencana. Ia mengatakan, kunjungan difokuskan pada titik-titik yang saat ini sedang menjalankan agenda penting pemulihan, seperti pembangunan hunian, penyaluran bantuan, dan kegiatan penanganan langsung di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting, walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” katanya.

Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja meninjau langsung kebijakan penanganan bencana oleh pemerintah pusat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Di lokasi tersebut, Prabowo meninjau progres pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh pihak swasta Danantara.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana kunjungan lanjutan ke sejumlah daerah lain yang terdampak bencana kepada Gubernur Aceh dan Menteri Dalam Negeri. Ia menyatakan komitmennya untuk hadir langsung menyapa dan mendengar aspirasi warga korban bencana di tempat lain, terutama daerah dengan dampak paling besar.

“Nanti, insya Allah, saya coba tetap ke daerah-daerah yang dampaknya besar, akan saya datangi,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara terbuka menyampaikan pertanyaan kepada pemerintah pusat atas absennya Presiden di wilayahnya yang terkena banjir dan longsor parah. Dalam pernyataannya kepada media, Ismail berharap kepedulian yang sama juga diberikan untuk warganya yang menghadapi situasi darurat serupa.

“Pak Presiden selalu ke Tamiang, ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya. Tapi di Aceh Utara, kayaknya, apa enggak tahu ada banjir?” kata Ismail dalam pernyataan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada satu pun wilayah yang diabaikan oleh negara. Ia memastikan bahwa seluruh jalur koordinasi pemerintah terus berjalan, termasuk pengiriman bantuan, pekerja kemanusiaan, dan intervensi darurat ke seluruh wilayah terdampak — meski kehadiran fisiknya belum menjangkau semua titik.

Pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, serta instansi terkait lainnya, terus melanjutkan upaya distribusi logistik, evakuasi, dan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor di Sumatra. Meski tidak menetapkan status bencana nasional, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjalankan penanganan secara cepat dan merata. (*)

Berita Terkait

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas
Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen
Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah
Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran
Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka
Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB