Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Kunjungi Seluruh Daerah Terdampak Banjir di Sumatra

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 01:47 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatra yang hingga kini belum sempat ia kunjungi secara langsung. Hal ini disampaikan Presiden dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), di tengah agenda peninjauan penanganan pascabencana dan pembangunan hunian sementara bagi korban terdampak.

“Saya tahu bahwa saya mendapat laporan dari beberapa pihak, dari Mendagri, dari gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, ‘Kok Presiden belum sampai?’. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujar Prabowo di hadapan warga dan pejabat yang hadir dalam kegiatan lapangan tersebut.

Presiden menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi alasan utama dirinya belum bisa menjangkau seluruh lokasi terdampak bencana. Ia mengatakan, kunjungan difokuskan pada titik-titik yang saat ini sedang menjalankan agenda penting pemulihan, seperti pembangunan hunian, penyaluran bantuan, dan kegiatan penanganan langsung di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting, walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” katanya.

Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja meninjau langsung kebijakan penanganan bencana oleh pemerintah pusat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Di lokasi tersebut, Prabowo meninjau progres pembangunan hunian sementara yang dilaksanakan oleh pihak swasta Danantara.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana kunjungan lanjutan ke sejumlah daerah lain yang terdampak bencana kepada Gubernur Aceh dan Menteri Dalam Negeri. Ia menyatakan komitmennya untuk hadir langsung menyapa dan mendengar aspirasi warga korban bencana di tempat lain, terutama daerah dengan dampak paling besar.

“Nanti, insya Allah, saya coba tetap ke daerah-daerah yang dampaknya besar, akan saya datangi,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara terbuka menyampaikan pertanyaan kepada pemerintah pusat atas absennya Presiden di wilayahnya yang terkena banjir dan longsor parah. Dalam pernyataannya kepada media, Ismail berharap kepedulian yang sama juga diberikan untuk warganya yang menghadapi situasi darurat serupa.

“Pak Presiden selalu ke Tamiang, ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya. Tapi di Aceh Utara, kayaknya, apa enggak tahu ada banjir?” kata Ismail dalam pernyataan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada satu pun wilayah yang diabaikan oleh negara. Ia memastikan bahwa seluruh jalur koordinasi pemerintah terus berjalan, termasuk pengiriman bantuan, pekerja kemanusiaan, dan intervensi darurat ke seluruh wilayah terdampak — meski kehadiran fisiknya belum menjangkau semua titik.

Pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, serta instansi terkait lainnya, terus melanjutkan upaya distribusi logistik, evakuasi, dan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor di Sumatra. Meski tidak menetapkan status bencana nasional, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjalankan penanganan secara cepat dan merata. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:50 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:10 WIB

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:05 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional

Senin, 15 Desember 2025 - 23:34 WIB

Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa

Rabu, 12 November 2025 - 23:17 WIB

Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:51 WIB

DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 04:56 WIB

WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor

Berita Terbaru