Pengaruh Globalisasi terhadap Kebudayaan Lokal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 20:02 WIB

50448 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Globalisasi merupakan proses yang membuat interaksi antarnegara dan antarmasyarakat di seluruh dunia menjadi semakin intens. Melalui kemajuan teknologi, informasi, dan transportasi, dunia menjadi lebih terbuka dan terhubung. Dampaknya tidak hanya terlihat pada aspek ekonomi dan politik, tetapi juga sangat kuat memengaruhi kebudayaan lokal.

Yaitu Masuknya Budaya Asing dan Perubahan Pola Hidup

Salah satu pengaruh utama globalisasi adalah meningkatnya arus informasi dan hiburan dari luar negeri. Musik, film, fashion, hingga gaya hidup global kini mudah diakses melalui internet dan media sosial. Akibatnya, sebagian masyarakat—terutama generasi muda—lebih mengenal budaya populer luar dibanding budaya tradisionalnya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan ini bisa terlihat pada:

* Gaya berpakaian yang meniru tren internasional
* Penggunaan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari
* Perubahan preferensi makanan ke arah fast food atau makanan instan

Walaupun tidak sepenuhnya negatif, fenomena ini dapat menggeser identitas budaya lokal jika tidak diimbangi dengan pelestarian budaya.

Modernisasi dalam Tradisi dan Kearifan LokalGlobalisasi juga membawa dampak positif, khususnya dalam bentuk
modernisasi. Banyak pelaku seni dan budaya memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan dan mempromosikan tradisi lokal.

Contohnya:

* Penari dan musisi tradisional menyebarkan karya mereka melalui platform digital
* Kerajinan lokal dipasarkan secara internasional melalui e-commerce
* Dokumentasi sejarah dan budaya menjadi lebih mudah dilakukan

Dengan adanya modernisasi ini, budaya lokal bisa mendapatkan ruang lebih luas untuk dikenal dunia.

Meski globalisasi memberikan peluang, tetap ada tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa masalah yang muncul adalah:

* Homogenisasi budaya yaitu kondisi ketika budaya global mendominasi dan mengaburkan keunikan budaya lokal.
Menurunnya minat generasi muda terhadap
seni, bahasa, atau tradisi daerah.

Komersialisasi budaya, di mana tradisi lokal kehilangan makna karena hanya dijadikan komoditas.

Jika tidak ada strategi pelestarian yang kuat, beberapa budaya lokal terancam punah,Untuk menghadapi dampak globalisasi, upaya sinergis diperlukan antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan. Adapun Beberapa langkah yang dapat dilakukan :

* Mengintegrasikan pendidikan budaya lokal di sekolah
* Menyelenggarakan festival budaya rutin
* Mendorong generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni tradisional
* Memberikan dukungan kepada komunitas budaya, seperti sanggar seni atau kelompok adat
* Memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan budaya lokal secara kreatif

Langkah-langkah ini penting agar budaya lokal tetap relevan tanpa harus menolak globalisasi sepenuhnya

Di sini saya ingin mengatakan bahwa Globalisasi membawa pengaruh besar terhadap kebudayaan lokal—baik positif maupun negatif. Di satu sisi, ia membuka peluang bagi budaya lokal untuk dikenal secara global. Di sisi lain, globalisasi berpotensi menggerus nilai-nilai tradisional jika tidak dihadapi dengan bijaksana. Oleh karena itu, pelestarian budaya lokal harus menjadi prioritas bersama agar identitas bangsa tetap terjaga di tengah arus perubahan dunia.

Penulis : Ilham Hidayat
Mahasiswa ilmu politik
Universitas Syiah Kuala

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:31 WIB

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:29 WIB

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:56 WIB

SEBANYAK 15 PESEBAK BOLA MUDA ACEH TIMUR DIBOYONG LATIHAN KE PSS SLEMAN

Senin, 6 Juli 2026 - 23:42 WIB

Dukung pelestarian lingkungan hidup Sekaligus Memperkuat Semangat Gotong Royong Bersama Masyarakat Setempat  Medco E&P Malaka, BPMA, IM-TRAX Tanam 1.000 Pohon

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Membumbung

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:37 WIB

Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri Dengan Kebun Sayur

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:07 WIB

Haris Nduru Merasa Dibohongi, Kadis PUPR Aceh Timur Beri Keterangan Berbeda Soal Proyek Rp7,25 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E & P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat Di Blok A

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:08 WIB