HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri Dengan Kebun Sayur

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:37 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idi Rayeuk — Warga di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, kini mulai merasakan manfaat ekonomi dari kebun sayur yang mereka kelola di pekarangan rumah. Hasil panen sayuran tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mulai dijual ke warga sekitar sebagai tambahan penghasilan. 7 Juni 2026

Para warga yang berjumlah delapan orang tersebut merupakan peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dijalankan PT Medco E & P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA). Program yang dijalankan sejak Oktober 2025 ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri sekaligus peluang usaha skala rumah tangga.

Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan para peserta masih aktif menanam berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi di halaman rumah masing-masing. Aktivitas tersebut berjalan secara berkelanjutan sejak pelatihan dilakukan. Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan juga dilakukan secara berkala guna memastikan praktik budidaya dapat terus dikembangkan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program ini mulai menunjukkan dampak nyata kemandirian pangan. “Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari hasil monitoring, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” kata Leony.

Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi kebun produktif menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga.

Yusmiana, peserta dari Desa Jambo Balee, mengatakan kebun sayur yang dikelolanya kini membantu kebutuhan harian keluarga. “Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Peserta lain, Muliyani dari Desa Blang Nisam, mengaku kegiatan ini mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif. “Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” katanya.

Sementara itu, pelatih program budidaya sayuran, Ustadz Wandi, menilai keberlanjutan praktik peserta menunjukkan potensi penguatan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. “Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” ujarnya.

Melalui program, Medco E & P Malaka menyatakan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar manfaat program berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di area binaan.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

LAKI dan Forum Keuchik Idi Tunong Apresiasi Gerak Cepat Bupati Al-Farlaky Tangani Jalan Idi–Keude Geurobak
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas
Kerusuhan Massa di Kawasan PT Bumi Flora Aceh Timur Diduga Dipicu Persoalan HGU yang Berlarut
Rp7,25 Miliar Dipertanyakan: Saluran Proyek Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Retak dan Tak Rapi
Polisi di Aceh Timur Luka Setelah Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Tower
Pohon Lapuk Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Kecam Sikap Acuh Plt Kadis BPBD Aceh Timur
Kebakaran Hebat Landa Lokasi Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh Timur, Petugas Damkar Masih Berjibaku

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru