slot preparation.lsrs.lu

Camat Lamba Leda Utara Minta Maaf pada BNPB, Luruskan Polemik Bantuan Gempa NTT

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:20 WIB

50292 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur — Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Supratman, menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas insiden yang terjadi saat pengecekan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa. Permintaan maaf tersebut disampaikan Agus melalui video klarifikasi yang dibuat pada Rabu (26/8/2026) sebagai upaya meluruskan informasi mengenai kejadian yang sebelumnya viral di media sosial.

Agus mengakui insiden tersebut telah menimbulkan beragam persepsi dan berpotensi merugikan sejumlah pihak, termasuk BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat penerima manfaat bantuan gempa. Ia menegaskan bahwa situasi yang terjadi di lapangan tidak sepenuhnya seperti narasi yang beredar setelah video tersebut tersebar luas.

“Sesungguhnya, peristiwa itu lebih banyak tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB dan Pak Deden sendiri dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur serta pihak-pihak penerima manfaat dari bantuan dari peristiwa gempa ini,” ujar Agus dalam video klarifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Deden, pejabat BNPB yang terlibat dalam insiden tersebut. “Sekali lagi saya mohon maaf semuanya. Pak Deden, terima kasih. Mohon maaf Pak Deden,” ucapnya.

Dalam klarifikasinya, Agus menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi berawal dari kesalahpahaman mengenai mekanisme distribusi serta jumlah bantuan yang tersedia di wilayah Manggarai Timur. Menurut dia, bantuan dari pemerintah pusat disalurkan hingga tingkat kabupaten, sementara pemerintah kabupaten kemudian menerbitkan berita acara dan mendistribusikan bantuan logistik menuju kecamatan.

“Dari pusat hanya batasnya sampai di kabupaten. Kabupaten yang terbitkan berita acara dan distribusi logistiknya ke kecamatan,” jelas Agus.

Ia mengakui jumlah bantuan yang dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai Timur cukup banyak. Namun, pada saat kejadian berlangsung, bantuan yang telah tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara masih terbatas akibat kendala transportasi sehingga kondisi di lapangan belum mencerminkan keseluruhan bantuan yang tersedia untuk tingkat kabupaten.

“Untuk Kabupaten Manggarai Timur banyak. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pikap yang sudah masuk ke kecamatan terdaftar dan satu dump truk dan itu yang harus kami bagikan,” terang Agus.

Agus juga meluruskan pernyataan mengenai jumlah bantuan yang disampaikan petugas BNPB. Menurutnya, informasi mengenai banyaknya bantuan merujuk pada logistik yang telah masuk ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan, bukan berarti seluruh bantuan tersebut sudah berada di Kecamatan Lamba Leda Utara.

“Yang dimaksud oleh Pak Deden adalah bantuan yang sudah masuk ke seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” kata Agus.

Seiring perkembangan distribusi, Agus menyebut dirinya melihat langsung bantuan terus berdatangan dan kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting yang perlu diketahui publik agar persoalan distribusi bantuan tidak dipahami hanya berdasarkan situasi pada saat insiden berlangsung.

Agus turut membantah anggapan bahwa dirinya mendapat tekanan untuk membuat video klarifikasi. Ia menegaskan bahwa kedatangannya untuk menyampaikan penjelasan serta permintaan maaf dilakukan atas inisiatif pribadi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya tidak ditekan oleh siapa-siapa. Saya datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi,” tegas Agus.

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena informasi mengenai insiden yang beredar di media sosial dinilai telah berkembang dan melenceng dari situasi sebenarnya. Agus berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan BNPB dalam penanganan bencana.

“Saya datang dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” pungkas Agus.

Sebelumnya, nama Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menjadi perhatian publik setelah video dirinya memarahi seorang pejabat BNPB beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Agustinus mempersoalkan jumlah bantuan korban gempa yang diterima posko logistik karena dinilai tidak sebanyak jumlah yang disampaikan oleh pejabat BNPB kepada pihak lain.

Dalam rekaman yang beredar, Agustinus terlihat menunjuk ke arah pejabat BNPB dan meluapkan emosinya. Ia juga sempat membanting satu karung beras beberapa kali di hadapan pejabat tersebut.

Peristiwa tersebut diketahui berlangsung di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, Agustinus membenarkan bahwa dirinya terlibat dalam kejadian tersebut.

“Benar, kejadian di posko utama Kecamatan, di tenda logistik,” kata Agustinus.

Melalui klarifikasi terbarunya, Agus berharap persoalan tersebut tidak lagi berkembang menjadi polemik yang dapat mengganggu proses penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai alur distribusi logistik agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat dan informasi mengenai penanganan bencana tidak menimbulkan kesalahpahaman.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih
Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan
Panglima Jilah Gandeng Habib Abu Djibril Basyaiban, Sinergi Doa dan Aksi untuk Menanggulangi Karhutla di Kalimantan
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Peringati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, MGMP Bahasa Indonesia Gelar Lomba Tingkat SMP di Gayo Lues
Arief Martha Rahadyan: Dorong Investasi Nasional Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:33 WIB

Pastikan Demokrasi Desa Berjalan Aman, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Pantau Pengamanan Pilkades Serentak 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 06:43 WIB

Roni Desky Kabag Umum, Bungkam Terkait Dugaan kasus Korupsi Milyaran Mamin di Sekretariat Agara

Sabtu, 7 November 2026 - 01:16 WIB

Kapolsek Bambel Pantau Personel Pengamanan Pilkades di kecamatan Bambel dan kecamatan Lawe Sumur

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB