Ketua REPRO Aceh Desak Presiden Prabowo Tangani Konflik Agraria dan Lingkungan di Aceh Singkil

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 02:39 WIB

50428 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Relawan Prabowo (REPRO) Provinsi Aceh, Jaruddin, SE., MM., menyerukan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberi perhatian serius terhadap persoalan agraria dan kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan di wilayah Aceh Singkil.

Dalam keterangannya kepada media, Jaruddin mengungkapkan adanya keresahan masyarakat atas aktivitas sejumlah perusahaan kelapa sawit yang diduga melakukan pelanggaran hukum. Aktivitas tersebut, menurutnya, telah menimbulkan konflik agraria yang berkepanjangan, pencemaran lingkungan, dan semakin tergerusnya hak-hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alam.

“Kami, sebagai bagian dari keluarga besar Relawan Prabowo, menyampaikan suara rakyat Aceh Singkil yang mengharapkan kehadiran negara. Kami percaya bahwa di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, persoalan ini bisa diselesaikan dengan tegas, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujar Jaruddin, Jumat (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang dihimpun oleh tim REPRO Aceh mencatat sejumlah persoalan krusial yang perlu ditindaklanjuti secara strategis oleh pemerintah pusat, di antaranya:

  • Dugaan penguasaan lahan secara ilegal yang tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung dan wilayah adat.
  • Perusakan lingkungan akibat pembakaran lahan, pencemaran sungai, dan hilangnya habitat satwa liar.
  • Minimnya kontribusi perusahaan terhadap sosial ekonomi masyarakat lokal.
  • Konflik yang tak kunjung selesai antara warga dan pihak perusahaan.

Jaruddin menegaskan, organisasi relawan pendukung Presiden Prabowo ini konsisten mengawal agenda reformasi agraria, pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah rawan konflik seperti Aceh Singkil.

“Kita yakin, Pak Prabowo punya keberanian dan komitmen untuk menertibkan korporasi-korporasi yang menyimpang. Ini saatnya negara hadir, tak hanya untuk pembangunan ekonomi, tapi juga untuk melindungi kehidupan rakyat dan kelestarian alam,” tegas Jaruddin.

REPRO Aceh, lanjutnya, telah mengumpulkan berbagai bukti lapangan berupa dokumentasi visual, keterangan warga, dan data lembaga lingkungan yang akan segera diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kantor Staf Presiden (KSP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagai langkah awal penindakan, REPRO juga mendorong dibentuknya tim audit independen yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga akademik, tokoh masyarakat, dan organisasi sipil untuk mengevaluasi operasional seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh Singkil.

Wilayah Aceh Singkil sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat keberagaman hayati tinggi. Daerah ini menjadi habitat penting bagi satwa langka seperti harimau sumatera dan gajah. Kondisi kerusakan lingkungan yang terus terjadi dikhawatirkan akan berdampak jangka panjang terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal.

“Kami ingin menjadikan Aceh Singkil sebagai contoh bahwa pembangunan ekonomi bisa sejalan dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan, seperti visi besar Pak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, adil, dan berdaulat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jaruddin secara resmi memimpin DPW REPRO Aceh berdasarkan SK DPN REPRO No. 001.01.05021970 yang ditetapkan pada 28 Oktober 2023 di Jakarta. Penunjukan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum REPRO, Hotman Siregar, SH., MH., dan Sekjen Arie Arya Adhya Sadhana, sebagai bagian dari penguatan peran relawan dalam mendukung agenda pemerintahan Prabowo Subianto.

REPRO adalah organisasi masyarakat sipil yang aktif di bidang advokasi sosial, keadilan agraria, dan perlindungan lingkungan. Di Aceh, REPRO menjadi wadah pendampingan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah, lingkungan hidup, serta menjembatani aspirasi publik dengan arah kebijakan nasional. (*)

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Penanggung jawab Timpas 1 Yakin Golkar Aceh Singkil Di pimpin Safriadi Oyon SH Akan Maju Melambung,!!
Pengajian Galon Kupi ke-47 Berakhir Khidmat, Hadiah dan Kepedulian Warnai Penutupan
Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan
Profesor Dr KH Suran Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat “PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas”
*Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela
Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!
Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo
Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:19 WIB

Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru