Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Senat Mahasiswa UIN Ar-raniry Banda Aceh membuka Kegiatan Sikula Legislatif dengan Dentuman rapai geleng yang menjadi pembakar semangat baru bagi lahirnya generasi muda yang kritis terhadap kebijakan publik. Sikula Legislatif yang digelar di Kampus UIN Ar-raniry Banda Aceh, di gedung SBSN Psikologi pada Jum’at, 28-Agustus 2026 berlangsung meriah sekaligus sarat pesan kebangsaan, dengan harapan para lulusannya mampu tampil sebagai leader progresif, independen, dan total dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mencetak Kader Muda dalam Meningkatkan Fungsi Kontrol Kebijakan Publik yang Gandrung Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Tema ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam proses pengambilan kebijakan, tetapi harus mengambil posisi sebagai kekuatan intelektual yang mampu mengawal arah kebijakan pemerintah dan legislatif.

Ketua Panitia Sikula Legislatif Muhammad Riski menegaskan, para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Mereka dituntut untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peserta Sikula Legislatif harus menjadi generasi yang progresif dan totalitas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, karena ditangan Mahasiswa lah harapan-harapan itu lahir. Ditangan Mahasiswa lah perubahan-perubahan itu lahir dan hari ini kita tidak bisa berharap kepada siapapun lagi. Maka jika Mahasiswa mati maka selesai lah semua perubahan dan perbaikan di dunia ini. ”

Menurutnya, tantangan mahasiswa ke depan semakin kompleks. Karena itu, keberanian menyampaikan kritik, kemampuan membaca persoalan publik, serta konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat harus menjadi karakter utama kader muda.

Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-raniry, Zuhari Alvinda Harus juga mengingatkan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensinya di tengah gempuran kepentingan transaksional.

Ia menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang selama ini dipercaya masyarakat untuk menyuarakan kebenaran dan mengontrol kekuasaan.

“Mahasiswa harus menjaga independensinya dalam gempuran transaksional yang dapat mengubah makna mahasiswa dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap fungsi dan tugas mahasiswa. Jangan biarkan orang jahat diluar sana mengatur arah perjalanan Mahasiswa. Karena harta terakhir yang paling berharga yang dimiliki Mahasiswa ialah Idealisme nya sebagaimana yang dinyatakan Tan Malaka. ” tegasnya.

“Dan hari ini, kita berada disini ialah karna kita masih menjadi independensi pada diri kita sendiri, tanggungjawab yang tidak bisa kita keluarkan dari spirit perjuangan kehidupan dan hari ini juga sumpah Mahasiswa menajadi landasan awal kenapa saya, dan kita semua berada di ruangan ini” Sambungnya

Anggota DPR RI Nasir Djamil dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya mahasiswa tetap berada di garda terdepan dalam mengontrol kebijakan publik.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kepekaan yang kuat terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga legislatif. Kritik yang disampaikan pun harus memiliki dasar, ketepatan sasaran dan berangkat dari kepentingan publik.

Ia mencontohkan sejumlah isu penting di Aceh, termasuk persoalan Andaman dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), sebagai isu yang membutuhkan perhatian serius dari generasi muda.

Mahasiswa, menurutnya, tidak cukup hanya memahami apa yang tertulis dalam kebijakan. Mereka harus mampu membaca dampak kebijakan tersebut terhadap kehidupan masyarakat serta memastikan kepentingan rakyat tidak terpinggirkan dalam proses politik dan pembangunan.

“Mahasiswa harus tetap berada di garda terdepan dalam mengontrol kebijakan publik. Kepekaan terhadap kebijakan pemerintah dan legislatif harus kuat dan tepat sasaran,” pesannya.

Terakhir, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Mursyid Djawas, mengajak peserta Sikula Legislatif untuk menjadikan sejarah dan pengalaman masa lalu sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi masa depan.

Menurutnya, setiap kejadian dan peristiwa yang telah dilalui harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih baik.

Ia juga menyebut perjalanan Nasir Djamil sebagai salah satu contoh nyata figur yang dapat dipelajari oleh generasi muda Aceh. Selama sekitar 25 tahun, Nasir Djamil disebut telah mendapatkan kepercayaan masyarakat Aceh sebagai salah satu representasi Aceh di Aceh-Senayan.

“Dari segala kejadian dan peristiwa, kita harus belajar dari masa-masa lalu. Kanda Nasir Djamil adalah salah satu contoh kuat yang selama 25 tahun dipercaya masyarakat Aceh sebagai salah satu perwakilan Aceh di Aceh-Senayan,” ujarnya

” Tidak hanya itu, relasi yang kita dapatkan selama disini marilah sama-sama kita rawat dan kita jaga dengan baik dan bijak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya.

Berakhirnya Sikula Legislatif bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran. Justru, kelulusan dari kegiatan tersebut menjadi awal bagi peserta untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

Pukulan rapai geleng yang mengiringi pembukaan kegiatan seolah menjadi simbol bahwa suara generasi muda Aceh harus terus bergema. Bukan sekadar riuh di ruang-ruang diskusi, melainkan terdengar hingga ruang-ruang tempat kebijakan publik dirumuskan.

Sikula Legislatif pun meninggalkan satu pesan kuat: mahasiswa bukan sekadar agen perubahan dalam slogan, tetapi harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang berani mengawal kebijakan, menjaga independensi, serta berdiri bersama kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia
Jelang Mubes XI, IPAU Siapkan Pendaftaran Calon Ketua Umum Lebih Awal
Serentak di 36 Kota, POGI Aceh dan Pegadaian Gelar Merdeka Stunting 2026
Tak Ada Kata Selamat Tinggal, Teuku Andie Pergi Setelah Hampir Satu Dekade Tanpa Kabar
Sikula Legislatif Se-Aceh Segera Digelar, DPR RI Nasir Djamil Dijadwalkan Hadir Berdiskusi Bersama Mahasiswa Aceh
Konsolidasi ASN Jadi Prioritas, Tarmizi Age Titip Harapan kepada Plt Sekda Taufik
Taufik Resmi Dilantik sebagai Plt Sekda Aceh oleh Gubernur Muzakir Manaf
Perdagangan Gelap Emas Aceh, Jejak Jaringan Internasional dalam Penyelundupan di Bandara SIM

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Mabes Polri dan Polda Aceh Diminta Turun dan Verifikasi Legalitas Galian C PT Horas Bangun Persada

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Jangan Tunggu Sakit: Dinkes Aceh Tenggara Ajak Warga Ikut CKG (Cek Kesehatan Gratis)

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Proyek Revitalisasi Bidang Pendidikan di duga Ada Pungli mencapai 15 % dari Rp 48,245 Milyar di Aceh Tenggara.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Waka Polres Aceh Tenggara Buka Perkemahan Bakti Sosial ke-III Saka Bhayangkara di Ketambe

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Warga Keluhkan Pembatasan Kantong Plastik di Minimarket Aceh Tenggara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Bukan Hanya Mengatur Jalan, Polres Aceh Tenggara Jadi Pelindung Anak Saat Berangkat Sekolah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Ratusan Juta Dana Desa Kute Tenembak Bintang Aceh Tenggara Diduga di Korupsi Oknum Pj Pengulu

Berita Terbaru