HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

50363 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Senat Mahasiswa UIN Ar-raniry Banda Aceh membuka Kegiatan Sikula Legislatif dengan Dentuman rapai geleng yang menjadi pembakar semangat baru bagi lahirnya generasi muda yang kritis terhadap kebijakan publik. Sikula Legislatif yang digelar di Kampus UIN Ar-raniry Banda Aceh, di gedung SBSN Psikologi pada Jum’at, 28-Agustus 2026 berlangsung meriah sekaligus sarat pesan kebangsaan, dengan harapan para lulusannya mampu tampil sebagai leader progresif, independen, dan total dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mencetak Kader Muda dalam Meningkatkan Fungsi Kontrol Kebijakan Publik yang Gandrung Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Tema ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam proses pengambilan kebijakan, tetapi harus mengambil posisi sebagai kekuatan intelektual yang mampu mengawal arah kebijakan pemerintah dan legislatif.

Ketua Panitia Sikula Legislatif Muhammad Riski menegaskan, para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Mereka dituntut untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peserta Sikula Legislatif harus menjadi generasi yang progresif dan totalitas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, karena ditangan Mahasiswa lah harapan-harapan itu lahir. Ditangan Mahasiswa lah perubahan-perubahan itu lahir dan hari ini kita tidak bisa berharap kepada siapapun lagi. Maka jika Mahasiswa mati maka selesai lah semua perubahan dan perbaikan di dunia ini. ”

Menurutnya, tantangan mahasiswa ke depan semakin kompleks. Karena itu, keberanian menyampaikan kritik, kemampuan membaca persoalan publik, serta konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat harus menjadi karakter utama kader muda.

Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-raniry, Zuhari Alvinda Harus juga mengingatkan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensinya di tengah gempuran kepentingan transaksional.

Ia menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang selama ini dipercaya masyarakat untuk menyuarakan kebenaran dan mengontrol kekuasaan.

“Mahasiswa harus menjaga independensinya dalam gempuran transaksional yang dapat mengubah makna mahasiswa dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap fungsi dan tugas mahasiswa. Jangan biarkan orang jahat diluar sana mengatur arah perjalanan Mahasiswa. Karena harta terakhir yang paling berharga yang dimiliki Mahasiswa ialah Idealisme nya sebagaimana yang dinyatakan Tan Malaka. ” tegasnya.

“Dan hari ini, kita berada disini ialah karna kita masih menjadi independensi pada diri kita sendiri, tanggungjawab yang tidak bisa kita keluarkan dari spirit perjuangan kehidupan dan hari ini juga sumpah Mahasiswa menajadi landasan awal kenapa saya, dan kita semua berada di ruangan ini” Sambungnya

Anggota DPR RI Nasir Djamil dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya mahasiswa tetap berada di garda terdepan dalam mengontrol kebijakan publik.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kepekaan yang kuat terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga legislatif. Kritik yang disampaikan pun harus memiliki dasar, ketepatan sasaran dan berangkat dari kepentingan publik.

Ia mencontohkan sejumlah isu penting di Aceh, termasuk persoalan Andaman dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), sebagai isu yang membutuhkan perhatian serius dari generasi muda.

Mahasiswa, menurutnya, tidak cukup hanya memahami apa yang tertulis dalam kebijakan. Mereka harus mampu membaca dampak kebijakan tersebut terhadap kehidupan masyarakat serta memastikan kepentingan rakyat tidak terpinggirkan dalam proses politik dan pembangunan.

“Mahasiswa harus tetap berada di garda terdepan dalam mengontrol kebijakan publik. Kepekaan terhadap kebijakan pemerintah dan legislatif harus kuat dan tepat sasaran,” pesannya.

Terakhir, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Mursyid Djawas, mengajak peserta Sikula Legislatif untuk menjadikan sejarah dan pengalaman masa lalu sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi masa depan.

Menurutnya, setiap kejadian dan peristiwa yang telah dilalui harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih baik.

Ia juga menyebut perjalanan Nasir Djamil sebagai salah satu contoh nyata figur yang dapat dipelajari oleh generasi muda Aceh. Selama sekitar 25 tahun, Nasir Djamil disebut telah mendapatkan kepercayaan masyarakat Aceh sebagai salah satu representasi Aceh di Aceh-Senayan.

“Dari segala kejadian dan peristiwa, kita harus belajar dari masa-masa lalu. Kanda Nasir Djamil adalah salah satu contoh kuat yang selama 25 tahun dipercaya masyarakat Aceh sebagai salah satu perwakilan Aceh di Aceh-Senayan,” ujarnya

” Tidak hanya itu, relasi yang kita dapatkan selama disini marilah sama-sama kita rawat dan kita jaga dengan baik dan bijak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya.

Berakhirnya Sikula Legislatif bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran. Justru, kelulusan dari kegiatan tersebut menjadi awal bagi peserta untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

Pukulan rapai geleng yang mengiringi pembukaan kegiatan seolah menjadi simbol bahwa suara generasi muda Aceh harus terus bergema. Bukan sekadar riuh di ruang-ruang diskusi, melainkan terdengar hingga ruang-ruang tempat kebijakan publik dirumuskan.

Sikula Legislatif pun meninggalkan satu pesan kuat: mahasiswa bukan sekadar agen perubahan dalam slogan, tetapi harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang berani mengawal kebijakan, menjaga independensi, serta berdiri bersama kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB