HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

KETUA GERIDRA ACEH H.FADHLULLAH,SE PANEN RAYA PADI TRISAKTI 75 HARI (HST) TANPA KIMIA MEGUNAKAN PUPUK CAIR P 2000 Z

ADMIN

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 16:35 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS|Aceh Tamiang – Para petani padi di Desa Air Masin, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, melaksanakan panen raya padi organik dengan hasil yang meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Panen ini menjadi istimewa karena seluruh proses penanaman dilakukan tanpa pupuk kimia. Petani menggunakan pupuk cair hayati P2000 Z hasil fermentasi kotoran sapi dan bebek (kohe), sehingga tanaman padi tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Kegiatan panen raya dihadiri Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, tokoh masyarakat, dan para petani dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini kami sering gagal panen. Baru kali ini hasilnya bagus dan sesuai harapan. Semua kami kerjakan dengan cara alami,” ujar Mustaruddin, Datok Penghulu Desa Air Masin.

Sementara itu, Imum Mukim Geudung Biara, Syahril, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen tersebut. Ia menjelaskan bahwa ini merupakan panen kedua dari uji coba padi varietas Trisakti 75 HST, yang menunjukkan peningkatan hasil cukup signifikan.

“Program ini juga mendapat dukungan dari pengusaha asal Bogak, H. Kamaruddin Abtami, yang ikut membantu petani agar bisa mandiri dan sejalan dengan program ketahanan pangan nasional,” kata Syahril.

Syahril menambahkan, petani optimistis dapat melakukan panen hingga tiga kali setahun apabila dukungan sarana pertanian memadai. Ia berharap dukungan dari Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Aceh, dan Pemkab Aceh Tamiang untuk penyediaan pompa air dari Sungai Tamiang, alat pertanian modern, serta gudang penyimpanan gabah.

Di sisi lain, Ketua Pembina Organik Indonesia, Suryadi Jamil, menegaskan bahwa momentum panen kali ini menjadi bukti nyata kemudahan yang ditawarkan pupuk organik P2000Z. Menurutnya, penggunaan pupuk ramah lingkungan tersebut mampu memangkas masa panen dari tiga bulan menjadi hanya 75 hari. Tak hanya bermanfaat bagi tanaman, P2000Z juga dapat digunakan untuk perikanan, menjadikannya solusi holistik bagi pertanian berkelanjutan.

“Kemajuan desa dan daerah sangat bergantung pada kesejahteraan petani. Bila alat pertanian lengkap, kami yakin hasil panen bisa didistribusikan ke seluruh Aceh bahkan ke luar daerah,” ujarnya.

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh di tengah-tengah petani menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga. “Sejak desa ini berdiri, baru kali ini pejabat provinsi datang langsung melihat panen kami. Ini memberi semangat baru bagi petani di Air Masin,” tutur Syahril.

Turut hadir

Wakil bupati Aceh Tamiang Ismail SEI. Wakil Ketua DPRK Syaiful Bahri SH. MH,. Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, S.H., M.H..Dandim Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra jaya S.Sos.M.M Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Dr. Yudhi Syufriadi, S.H., M.H..

Para OKP SKPK dan anggota DPRA fraksi partai Gerindra Edy Asaruddin.Serta tokoh nasionl H Kamaruddin Abtami Pemilik PT pelabuhan 3 bersaudara

Sebelumnya, pada pekan lalu telah digelar pertemuan antara pemilik pupuk P2000 Z dan benih padi Trisakti, Prof. Ali Zum dan Hasyim Djojohadikusumo, bersama Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, S.E., Kadis Pertanian Aceh, Kadis Kehutanan, serta Asisten II Sekda Aceh, guna memperkuat kolaborasi pengembangan pertanian organik di Aceh.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, masyarakat Desa Air Masin berharap keberhasilan panen organik ini dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa keberhasilan panen padi Trisakti dengan masa tanam hanya 75 hari merupakan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Ia menegaskan, bukti nyata di lapangan menunjukkan hasil sesuai dengan yang dijanjikan, sehingga inovasi ini wajib dipertahankan, dikembangkan, dan diperluas.

Usai pertemuannya dua minggu lalu di Jakarta bersama Hasyim Djojohadikusumo adik Presiden Republik Indonesiabeliau langsung turun ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membuktikan kebenaran hasil penelitian Profesor Ali Zom. Yang dibina langsung oleh pembina petani padi trisakti indonesia suryadi djamil Dalam panen bersama petani di Aceh Tamiang.

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru