slot preparation.lsrs.lu

Manuver Febrie Adriansyah di Tengah Kasus Korupsi, Pakar: Jangan Sekadar Gertakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 06:32 WIB

50311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan resmi menerima pelimpahan tahap dua berkas perkara, barang bukti, dan tersangka mantan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Proses pelimpahan yang mencakup dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta pemerasan ini dilakukan penyidik Kejaksaan Agung pada 19 September 2026. Selain dokumen perkara, jaksa juga melimpahkan barang bukti berupa emas yang disita dari rangkaian penyidikan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Febrie melontarkan pernyataan kontroversial mengenai keberadaan “data abadi” di lingkungan Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Ia mengklaim memiliki informasi terkait pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan perkara-perkara besar dan menyinggung adanya potensi pemberian informasi keliru kepada Presiden. Febrie juga sempat menyebut istilah “digergaji” dan “junior” saat merespons status tersangka yang kini disandangnya.

Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum dan aktivis antikorupsi, Saor Siagian, mengkritik keras sikap Febrie yang dianggapnya sebagai upaya bluffing atau gertakan semata. Menurut Saor, seorang penegak hukum yang berstatus tersangka seharusnya menunjukkan sikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, bukan justru menyeret nama Presiden atau melontarkan narasi yang mencederai marwah institusi. Saor menegaskan bahwa penyebutan istilah “junior” terhadap para penyidik yang menangani kasus ini tidak etis, mengingat Febrie saat ini berada dalam posisi hukum sebagai pihak yang disangkakan melakukan tindak pidana serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting, turut mendesak agar Febrie tidak sekadar melempar wacana ke publik. Jamin menegaskan bahwa jika memang terdapat data valid mengenai mafia pengurusan perkara atau keterlibatan oknum internal, pemerintah, maupun pihak swasta, maka Febrie harus berani membukanya secara transparan di persidangan. Pernyataan yang tidak disertai bukti konkret, menurut Jamin, hanya akan dianggap sebagai kesia-siaan.

Di sisi lain, kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, menyatakan bahwa kliennya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan membuktikan semua sangkaan tersebut melalui mekanisme persidangan yang terbuka. Firman berkilah bahwa pernyataan Febrie mengenai “data abadi” adalah bentuk dari speaking evidence atau bukti yang akan bicara pada waktunya. Saat ini, Kejaksaan Penuntut Umum memiliki waktu selama 20 hari ke depan untuk menyusun surat dakwaan sebelum perkara ini resmi disidangkan di pengadilan guna menguji validitas bukti yang telah dikumpulkan, termasuk dugaan pemerasan dalam penanganan perkara besar yang mencuat ke publik. (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru