HOTELBET slot preparation.lsrs.luslot

94 Pengungsi Gempa NTT Tewas di Lokasi Pengungsian, Standar Pelayanan Darurat Dipertanyakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 20:23 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Manajemen penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur menuai kritik tajam menyusul terungkapnya data angka kematian yang memprihatinkan di lokasi pengungsian. Berdasarkan laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebanyak 94 orang dinyatakan meninggal dunia saat berada di dalam area penampungan sementara.

Menanggapi fakta tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah pusat. Dalam pernyataan yang disampaikan di Kompleks Parlemen pada Selasa, 22 September 2026, Charles menilai tingginya jumlah korban jiwa di pengungsian dibandingkan dengan korban yang meninggal akibat guncangan gempa itu sendiri merupakan cermin kegagalan standar pelayanan darurat.

Ia mendesak lintas kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan audit mendalam terhadap seluruh fasilitas dan kondisi kesehatan di lokasi pengungsian. Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat melakukan identifikasi dan pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek sanitasi hingga akses kesehatan bagi para penyintas. Evaluasi ini dinilai sangat krusial agar tidak ada lagi korban tambahan yang jatuh akibat ketidaksiapan negara dalam menyediakan lingkungan pengungsian yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Presiden Prabowo Digugat Warga Kalbar atas Karhutla, Pertanggungjawaban Pemerintah Dipersoalkan
Dana Iklan Fantastis Sudaryono Picu Pertanyaan Asal-Usul Anggaran Program MBG
Raksasa Sumber Daya Dikerahkan, Karhutla di Indonesia Masih Menjadi Ujian Berat Pemerintah
Wagub Papua Selatan Kritik Keras Tata Kelola Hutan di Lahan Proyek Strategis Nasional
Desakan Pencopotan Menteri ATR/BPN Menguat Pasca-OTT KPK Terkait Kasus Korupsi Lahan
Sikap Kritis DPR Soal Ekosistem Kendaraan Listrik: Pemerintah Dinilai Lemah dalam Melindungi Industri Nasional
Janji Pendidikan Gratis Prabowo: Ambisi Besar di Tengah Tantangan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Celah Keamanan Pangan dalam Program MBG

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:16 WIB

Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining

Senin, 21 September 2026 - 22:55 WIB

Polisi Pastikan RD Tewas karena Tersengat Listrik di Blangsere, Gayo Lues

Senin, 21 September 2026 - 13:58 WIB

PW Huda Gayo Lues Provinsi Aceh Lakukan Muswil Ke-ll dan Pemilihan Ketua  Priode 2026-2031

Minggu, 20 September 2026 - 04:34 WIB

Polisi Selidiki Kematian Petugas Kebersihan Gayo Lues yang Sempat Hilang Dua Hari

Jumat, 18 September 2026 - 19:21 WIB

Kunjungan Menteri PU ke Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Pemerintah Pusat Fokus Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Jumat, 18 September 2026 - 15:48 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Rabu, 16 September 2026 - 16:22 WIB

Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria dalam Pengembangan Kasus Narkotika, Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Rabu, 16 September 2026 - 15:42 WIB

Rudi Tarigan Apresiasi Kapolres Agara Perang Narkoba, Masyarakat Diminta Berani Melapor

Berita Terbaru