GAYO LUES | Misteri kematian RD (32), seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Gayo Lues yang ditemukan meninggal di kawasan perkebunan Blangsere, Kecamatan Kuta Panjang, akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan aparat kepolisian memastikan RD tewas akibat tersengat arus listrik, setelah sebelumnya sempat dinyatakan hilang selama tiga hari oleh pihak keluarga.
Korban pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarganya pada pertengahan pekan lalu. Upaya pencarian dilakukan intensif di beberapa titik hingga akhirnya RD ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di kawasan perkebunan Blangsere. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi telah mengalami perubahan fisik akibat beberapa hari tergeletak di lokasi.
Penyelidikan mendalam dilakukan oleh tim dari Polres Gayo Lues yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis terhadap jenazah. Pada kedua telapak tangan korban, ditemukan bekas luka yang menjadi perhatian khusus dalam rangkaian penyidikan.
Kanit Reskrim yang memimpin olah TKP menyampaikan pada Senin, 21 September 2026, hasil visum dan temuan di lapangan memperlihatkan bahwa posisi jenazah RD berada sekitar 45 hingga 60 sentimeter dari kabel PLN yang terjuntai di dekat salah satu tiang listrik di area perkebunan. Luka bakar pada bagian tangan memperkuat dugaan bahwa korban tewas akibat tersengat arus listrik.
“Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan dokter, korban diduga kuat tersengat listrik, bukan akibat tindak kekerasan ataupun motif lain. Seluruh keterangan saksi dan bukti di lapangan mengarah pada kesimpulan tersebut,” ujar Kasat Reskrim.
Penyelidikan selama tiga hari dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta pemeriksaan lanjutan dari tim medis dan pihak PLN. Segala dugaan dan spekulasi yang sebelumnya berkembang di masyarakat akhirnya terjawab dengan keterangan resmi dari kepolisian.
Dengan hasil tersebut, polisi memastikan kematian RD bukan akibat tindakan kriminal maupun sebab lain yang selama ini menjadi pembicaraan warga. Penjelasan resmi ini juga diharapkan menepis keraguan dan spekulasi yang sempat beredar, serta memberikan kepastian kepada pihak keluarga korban serta masyarakat sekitar tentang penyebab meninggalnya RD. (*)








































