slot preparation.lsrs.lu

Raksasa Sumber Daya Dikerahkan, Karhutla di Indonesia Masih Menjadi Ujian Berat Pemerintah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 06:48 WIB

50290 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pemerintah Indonesia kembali berada di bawah sorotan tajam terkait efektivitas mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun. Hingga saat ini, upaya pemadaman masif masih harus terus dipacu di berbagai wilayah untuk menjinakkan api yang tidak hanya melahap vegetasi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat melalui polusi asap yang kronis.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya pada 20 September 2026, mengakui bahwa luasnya sebaran titik api serta karakteristik lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan menjadi kendala utama di lapangan. Dalam operasi yang berlangsung intensif sejak Agustus tersebut, pemerintah mengklaim telah mengerahkan sebanyak 64 pesawat untuk melakukan water bombing, yang terdiri dari 55 armada milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat milik TNI.

Selain kekuatan udara, pemerintah juga menempatkan sebanyak 54.394 personel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, hingga keterlibatan relawan dan masyarakat umum. Mobilisasi puluhan ribu orang dan armada udara dalam skala besar ini mencerminkan betapa seriusnya ancaman karhutla yang terus terjadi dan menguji kesiapan mitigasi negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati mobilisasi sumber daya telah dilakukan secara besar-besaran, tantangan di lapangan tetap menuntut evaluasi mendalam. Ketergantungan pada teknik pemadaman konvensional dan kebutuhan akan koordinasi lintas sektor yang lebih solid menjadi catatan penting agar kasus kebakaran serupa tidak terus berulang dan membebani ekosistem serta masyarakat di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru