slot preparation.lsrs.lu

Tepis Isu Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Sebut Perkara Dirinya Penuh Rekayasa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 05:47 WIB

50270 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 20 September 2026 – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, akhirnya memecah kebisuannya di hadapan publik usai menjalani proses administrasi terkait sangkaan kasus pemerasan dan tindak pidana pencucian uang yang menyeret namanya. Dengan nada tegas, Febrie membantah keras tudingan kepemilikan barang bukti berupa emas seberat 74 kilogram yang belakangan santer diperbincangkan sebagai bagian dari modus kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Dalam keterangannya, Febrie menegaskan bahwa selama 33 tahun pengabdiannya sebagai jaksa, ia tidak pernah tersangkut perkara etik maupun pelanggaran hukum. Ia menilai sangkaan yang kini dialamatkan kepadanya merupakan sebuah bentuk serangan balik atas keberhasilan institusi yang dipimpinnya dalam membongkar sejumlah skandal besar yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah. Menurutnya, perkara yang kini menjeratnya sarat dengan narasi yang tidak berdasar dan terkesan politis.

Febrie menekankan bahwa segala data krusial terkait penanganan perkara besar selama ini tersimpan dengan aman dan permanen di Gedung Bundar. Ia meyakini bahwa database tersebut menjadi kunci utama untuk mengungkap pihak-pihak yang sebenarnya terlibat dalam berbagai praktik kotor di balik layar. Selain membantah kepemilikan emas, Febrie juga menepis tuduhan bahwa dirinya memiliki tambang atau bermain dalam pengaturan kuota impor, seraya menantang pihak berwenang untuk membuka transparansi perkara tersebut di meja hijau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Febrie menyatakan keyakinannya bahwa Presiden telah menerima masukan yang keliru terkait duduk perkara ini. Ia berharap agar proses di pengadilan nantinya dapat menjadi ajang pembuktian atas kebenaran faktual, bukan sekadar opini publik yang sengaja dibentuk untuk mendiskreditkan kredibilitasnya. Febrie menutup pernyataannya dengan memberikan pesan moral kepada para juniornya di Kejaksaan Agung agar tetap teguh menjaga integritas serta keberanian dalam membela kepentingan rakyat dan bangsa di tengah tekanan yang terus mendera institusi penegak hukum tersebut. (*)

Berita Terkait

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Berita Terbaru